Kursi pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez cukup panas karena performa di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali jadi sorotan usai hasil imbang 0-0 melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10/2025) sore. Bonek menuntut manajemen segera melakukan evaluasi sebelum laga penting melawan Persis Solo akhir pekan depan.
Gelombang kritik bermunculan di media sosial tak lama setelah peluit panjang dibunyikan. Tagar #EduOut langsung menggema dan masuk daftar trending di kalangan suporter Green Force.
Para pendukung kecewa dengan performa tim yang dinilai tidak berkembang di bawah asuhan pelatih Eduardo Perez.
Mereka menilai Persebaya Surabaya kehilangan karakter menyerang dan hanya bermain bertahan tanpa arah yang jelas.
Padahal, meski tampil dengan sembilan pemain sejak babak pertama, tim kebanggaan Kota Pahlawan masih mampu menahan gempuran PSBS.
Namun bagi Bonek, hasil itu tidak bisa dijadikan pembenaran atas penampilan yang dianggap menurun drastis.
Banyak yang menilai permainan Persebaya sudah buruk sejak menit awal, bahkan sebelum kartu merah diberikan kepada dua pemain.
Komentar pedas bermunculan, menyoroti minimnya kreativitas dan strategi dari bangku cadangan.
“Bukannya pas 11 vs 11 juga susah menang? Ini admin drama-nya kuat banget,” tulis salah satu akun di kolom komentar resmi klub. Unggahan pascalaga yang menonjolkan semangat dan perjuangan pemain justru dianggap menutup mata dari akar masalah sebenarnya.
Pelatih Eduardo Perez sendiri mengaku bangga dengan kerja keras para pemainnya. Ia menilai tim menunjukkan mental baja meski harus bermain 60 menit dengan dua pemain lebih sedikit.
“Saya sangat bangga dengan para pemain saya, bagaimana kami bermain 60 menit dengan dua pemain lebih sedikit dan memberikan segalanya,” kata Perez seusai laga. Pernyataan itu, sayangnya, tak cukup meredam amarah suporter yang menilai pujian tanpa evaluasi hanya memperpanjang masalah.
Kiper Ernando Ari menjadi satu-satunya sosok yang mendapat apresiasi luas dari publik. Aksinya melakukan sepuluh penyelamatan krusial membuat gawang Persebaya Surabaya tetap aman dari kebobolan.
Statistik pertandingan menunjukkan Persebaya Surabaya hanya menguasai 41 persen penguasaan bola dan melepaskan empat tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Sebaliknya, PSBS tampil dominan dengan 28 tembakan dan menciptakan 15 peluang berbahaya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
