Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersalaman dengan Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian sebelum mengikuti rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, buka suara mengenai tudingan Indonesia yang disebut terlibat dalam pemberian keputusan FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Ia menyebut Indonesia tak ikut campur terkait itu.
Hukuman FIFA kepada FAM telah membuat heboh jagat sepak bola dunia. Sebab, Malaysia diduga telah melakukan pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain naturalisasi. Meeka adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Akibat pelanggaran tersebut, FIFA menghukum FAM berupa denda sebesar 350 ribu franc Swiss atau setara Rp 7,3 miliar. Selain itu, para pemain tersebut juga mendapat hukuman denda dari FIFA sebesar 2 ribu franc Swiss atau setara Rp 41,8 juta serta larangan bermain selama satu tahun.
“Kita tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain,” ucap Erick, dikutip Selasa (30/9).
Tudingan keterlibatan Indonesia dalam sanksi FIFA ke FAM muncul beberapa hari terakhir. Hal itu bahkan sudah beredar luas di media-media Malaysia.
Ditambah lagi, Tunku Ismail Idris selaku bos besar Johor Darul Takzim menduga ada pihak luar yang mengompori FIFA untuk menjatuhkan sanksi kepada FAM. Meski tak menyebut nama, ia menyebut upaya itu dilakukan di New York, Amerika Serikat, dan bertemu dengan Gianni Infantino selaku Presiden FIFA.
Kebetulan sebelum isu itu muncul, Gianni Infantino sempat berfoto dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. Sehingga nama Indonesia terseret dalam dugaan tersebut.
Erick sebagai Menpora RI mengaku sangat menghargai negara-negara Asia Tenggara yang sedang meningkatkan kualitas olahraga. Dia pun memilih untuk fokus meningkatkan kualitas olahraga Indonesia agar bisa bersaing di kancah dunia tanpa mengintervensi isu negara lain.
“Kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, kita tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” tuturnya.
“Dan, kita tidak ikut campur dengan politik atau kebijakan masing-masing negara. Tapi, mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraganya maju. Ingin sepak bolanya bagus, ingin bulu tangkisnya bagus, pencak silatnya mendunia, olahraga-olahraga kita ingin maju, ya kita harus lakukan itu,” tegas Erick menambahkan.
Terkait pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Gianni Infantino, Erick Thohir menyebut bahwa pembicaraan tersebut hanya menyangkut sepak bola Indonesia. Tidak ada hal lainnya.
“Bapak Presiden melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh olahraga di dunia. Memang diawali dengan FIFA, nanti ada IOC, dan ada yang lainnya. Pembicaraan Bapak Presiden dengan Presiden Gianni jelas, Bapak Presiden bicara mengenai sepak bola Indonesia, tidak bicara mengenai negara lain,” pungkas Erick.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022