Allano bersama Mauricio Souza tersenyum sehabis pertandingan melawan Dewa United. (Instagram @persija)
JawaPos.com - Kemenangan Persija Jakarta atas Dewa United bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil penerapan taktik superior dari pelatih Mauricio Souza. Bahkan, Persija mampu unggul dari jumlah pemain secara signifikan di lini tengah.
Awalnya bermain dengan formasi 4-3-3, Persija secara dinamis beralih menjadi 3-5-2 atau 3-1-4-2, membuat mereka unggul jumlah pemain saat melawan formasi bertahan 4-4-2 dari Dewa United.
"Pergerakan pemain dan formasi di lapangan Persija berhasil mendominasi pertandingan, bahkan keunggulan fleksibilitas menjadi penentu kemenangan," ujar youtuber Tommy Desky, Sabtu (30/8).
Fleksibilitas pergerakan pemain sangat adaptif. Alano sering turun ke tengah untuk mendukung lini tengah, memberikan opsi tambahan dalam membangun serangan dan membantu pertahanan, bertujuan menyulitkan Ricky Kambuaya dari Dewa United.
"Alan Cardoso bermain sangat agresif dan menjaga sisi lebar lapangan, sementara Maxwell memiliki posisi hibrida yang sulit dideteksi oleh lawan," ungkap Tommy.
Persija sering kali mengubah struktur pertahanan mereka menjadi seolah-olah menggunakan enam pemain di belakang. Struktur ini menciptakan keunggulan jumlah pemain melawan lima pemain depan Dewa United.
Membuat upaya serangan Dewa United menjadi tidak efektif. Keunggulan di lini belakang, memastikan bahwa Persija memiliki lapisan pertahanan solid dan menjadikannya sulit ditembus.
Kemenangan Persija tidak terlepas dari kelemahan mendasar dari taktik Dewa United. Gol pertama Persija tercipta dari umpan silang Alan Cardoso yang ditanduk Hanif Sjahbandi dan diselesaikan oleh Maxwell.
Gol kedua adalah akibat dari Man to Man Marking yang tidak efektif dari Messidoro, memungkinkan Van Basten Sauza mencetak gol. Ketiga, gol tercipta setelah sundulan tidak akurat dari Quivers jatuh ke area Alano, kemudian berhasil mencetak gol.
Secara keseluruhan, Dewa United banyak melakukan kesalahan mendasar dan strategi mereka terlalu lama bermain di lini tengah justru menjadi bumerang, terutama saat mereka sudah tertinggal.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
