Taktik Eduardo Perez jadi sorotan usai Persebaya Surabaya dikalahkan PSIM Yogyakarta. (Instagram @gueduperez)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memulai Super League 2025/2026 dengan hasil mengecewakan usai tumbang 0-1 dari PSIM Yogyakarta pada Jumat (8/8/2025) di Stadion Gelora Bung Tomo. Gol penentu kemenangan Laskar Mataram lahir di menit 90+2 melalui sepakan Ezequiel Vidal.
Namun sorotan tajam bukan hanya tertuju pada hasil akhir, melainkan pada keputusan taktis pelatih Eduardo Perez di babak kedua. Saat Green Force membutuhkan gol, Perez justru melakukan pergantian yang membingungkan.
Di menit ke-58, gelandang box to box Toni Firmansyah ditarik keluar. Posisinya digantikan oleh gelandang bertahan Kadek Raditya ketika skor masih sama kuat 0-0.
Keputusan ini sontak memicu reaksi keras dari suporter Bonek.
Akun Instagram fanbase @bonekmedia bahkan menuliskan sindiran pedas dengan nada sarkas, “Masalahnya butuh gol, solusinya malah masukin pemain bek? Ini strategi jenius atau undangan buat lawan tambah pede?”
Bonek membanjiri kolom komentar dengan beragam pandangan, mulai dari kritik hingga spekulasi alasan pergantian tersebut.
Ada yang menilai pergantian ini mengundang tekanan lawan, ada pula yang mencoba memaklumi kemungkinan Perez khawatir Toni terkena kartu merah.
Sejumlah suporter juga bernostalgia dengan formasi era pelatih sebelumnya yang dinilai lebih ofensif. “Balekno formasi jaman biyen 3-5-2 Rivera-Bruno-Gali, ngarep tumbas Perovic,” tulis salah satu komentar.
Ada pula yang menyoroti performa Kadek Raditya sebagai gelandang bertahan yang dinilai tidak sesuai ekspektasi. “Maaf gak cocok blas main di gelandang bertahan, kayak gak ngerti arah,” kritik salah satu Bonek.
Statistik Kadek di laga itu memang kurang meyakinkan. Bermain selama 40 menit, ia hanya mencatat 21 sentuhan dan 12 umpan akurat dari 17 percobaan atau 71 persen.
Dalam distribusi bola jarak jauh, Kadek hanya sukses 1 dari 3 percobaan. Ia juga tercatat kalah di semua duel tanah dari tiga kali percobaan, meski unggul di dua duel udara.
Lebih buruk lagi, Kadek kehilangan bola lima kali dan membuat satu kesalahan yang langsung berujung peluang bagi PSIM.
Data heatmap menunjukkan pergerakannya lebih banyak di sisi kiri pertahanan Persebaya Surabaya ketimbang membantu serangan dari lini tengah.
GRAFIS HEATMAP

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
