Dejan Tumbas kini diharapkan Bonek jadi striker Persebaya Surabaya hadapi Persita Tangerang. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kekalahan Persebaya Surabaya dari PSIM Yogyakarta di laga pembuka Super League 2025/2026 memicu gelombang kritik dari Bonek. Para pendukung setia Green Force itu menyoroti performa tim, strategi pelatih, hingga keputusan susunan pemain yang dianggap tidak tepat.
Di media sosial, berbagai komentar pedas bermunculan usai Persebaya Surabaya tumbang di menit akhir. Sebagian besar menilai tim pelatih gagal memaksimalkan potensi skuad yang di awal musim penuh ekspektasi tinggi.
Salah satu Bonek mengusulkan pergantian pelatih dan asisten secara bergantian sebagai bentuk evaluasi ekstrem. Ide ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kinerja Eduardo Perez dan timnya.
Ada pula yang membandingkan staf pelatih Persebaya Surabaya dengan Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, yang selalu membawa tim teknis sendiri.
Menurutnya, asisten pelatih Persebaya Surabaya tidak memahami betul kekurangan permainan tim di lapangan.
Sindiran tajam juga datang dari salah satu Bonek yang menyebut pelatih Persebaya Surabaya “mesti ngelucuu.” Ungkapan ini menandakan keputusan taktis Perez dinilai tidak serius dan kurang efektif.
Kritik terhadap pelatih bukan hal baru di kalangan Bonek, namun intensitasnya kini meningkat tajam. Kekalahan dari PSIM semakin menyakitkan karena terjadi di laga pembuka dan tanpa gol yang tercipta dari lini depan.
Persebaya Surabaya sebenarnya menguasai pertandingan dengan 52 persen penguasaan bola. Namun, efektivitas serangan justru minim dengan hanya dua tembakan tepat sasaran dari tujuh percobaan.
Sebaliknya, PSIM tampil lebih efisien dengan lima tembakan tepat sasaran dari sepuluh percobaan. Satu di antaranya berbuah gol kemenangan di menit akhir yang membuat stadion senyap.
Selain pelatih, sorotan tajam juga diarahkan ke para pemain, khususnya lini serang yang dinilai tumpul. Sejumlah Bonek mendesak agar Dejan Tumbas dikembalikan ke posisi aslinya sebagai striker murni.
Desakan ini muncul karena Tumbas dikenal sebagai penyerang tajam dengan catatan 21 gol dan 8 assist dari 145 penampilan.
Meski kerap ditempatkan di posisi berbeda, banyak yang yakin insting golnya bisa membantu Persebaya Surabaya.
Bonek bernama bend.wii bahkan melontarkan analogi satir, “PSBY PODO KOYO TIMNAS,,FUTSAL E GACOR BAL E TEKOR!” Sindiran ini menegaskan penguasaan bola bagus tidak berarti apa-apa jika eksekusi di depan gawang buruk.
Kritik juga mengarah pada ketidakseimbangan strategi tim. Persebaya Surabaya dinilai terlalu fokus mengontrol bola tanpa solusi konkret untuk menembus pertahanan lawan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
