
Hendri Susilo, pelatih Malut United, menjadi satu-satunya pelatih lokal di Super League musim ini. ( I-League)
JawaPos.com-Malut United merupakan tim promosi terbaik musim lalu. Menjalani debut di Liga 1, mereka sukses finish di peringkat tiga, di atas tim-tim legendaris seperti Persebaya, Persija, hingga Arema FC.
Padahal, Malut United ditangani pelatih lokal, bahkan satu-satunya pelatih asli Tanah Air musim lalu, Imran Nahumarury. Sayangnya, setelah Liga 1 usai, Imran Nahumarury diduga terkena kasus, hingga membuatnya didepak dari Malut United.
Kekhawatiran pun muncul, apakah tanpa Imran, Malut masih mampu berbicara banyak di liga Super musim ini. Akhirnya, pihak manajemen kembali mengambil langkah berani, yaitu mengangkat pelatih lokal menggantikan Imran. Dia adalah Hendri Susilo.
Namanya tentu asing di telinga pecinta sepak bola Indonesia karena kalah kondang dengan pelatih-pelatih asing yang menangani 17 tim lain. Dia pun diragukan apakah tetap mampu membawa Malut konsisten di papan atas atau tidak.
Ternyata, Hendri Susilo mampu mulai membuktikan bahwa dia sosok yang tepat menjaga konsistensi Malut United bersaing di jalur juara. Di laga perdana Super League, dia sukses melumat tuan rumah Dewa United 1-3, tim runner-up liga musim lalu.
Jika menarik ke belakang, Hendri bukan pelatih kemarin sore. Dia sudah beberapa kali menangani klub-klub di Tanah Air, dan juga melatih tim nasional.
Dia pernah menjadi juri taktik Timnas Indonesia U-17, lalu menangani tim PON DKI Jakarta pada 2008, selanjutnya menuju ke Persisam Putra Samarinda.
Dia kemudian menjadi asisten pelatih Persija Jakarta dan Sriwijaya FC pada 2011 hingga 2015. Karir kepelatihannya dilanjutkan dengan menangani PS Sumbawa Barat, PSPS Pekanbaru, dan Persiraja Banda Aceh. Di Persiraja, namanya mulai dikenal karena berhasil membawa tim tersebut promosi ke Liga 1.
Sesudahnya, Hendri menangani PSCS Cilacap, PSBS Biak, dan Sriwijaya FC. Dan kini dia melatih Malut United dengan target melanjutkan kiprah bersaing di papan atas seperti musim lalu.
Laga pertama sudah dia lalui dengan menjanjikan, yaitu mengalahkan tim yang finish tepat di atas Malut musim lalu. Namun, dia tetap memilih untuk merendah.
"Memang saya jujur. Saya pelatih biasa saja. Pelatih kampung gitu. Mungkin rezekinya saja yang baik. Tapi saya pikir saya juga enjoy saja. Jadi enggak ada beban," kata Hendri Susilo seperti dikutip dari laman resmi I-League.
Dia pun bertekad untuk tidak terlena dengan kemenangan di laga perdana tersebut dan menekankan untuk terus bekerja keras.
"Kami bersyukur atas kemenangan ini. Tiga poin yang didapat berkat kerja keras para pemain. Saya pikir kita juga harus kerja keras lagi, kompetisi masih jauh. Kita harus kerja keras bersama-sama. Kita tanamkan mentalitas yang baik buat pemain Malut United, karena kita punya target yang baik musim ini," tegas Hendri Susilo.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
