Skuad Persebaya Surabaya intensif menggelar latihan sebelum bertarung di Super League 2025/2026. (Dok I.League)
JawaPos.com - Puasa gelar juara liga dalam dua dekade membuat Persebaya Surabaya ingin mengakhirinya di kompetisi Super League musim ini.
Motivasi menjadi juara liga semakin tinggi karena Persebaya gagal meraihnya pada musim lalu. Kegagalan tersebut terasa perih karena Green Force sudah sempat memimpin klasemen Liga 1 hingga akhir putaran pertama.
Namun, karena inkonsistensi, performa Persebaya langsung merosot tajam pada awal putaran kedua. Puncak klasemen yang sebelumnya mereka duduki akhirnya harus rela diserahkan kepada Persib Bandung yang meraih juara pada akhir musim.
Maka dari itu, tidak ada cara selain meraih juara Super League musim ini. Misi itu ingin digapai sebagai obat luka kegagalan memenangkan trofi Liga 1 pada musim lalu.
Persebaya merupakan salah satu tim legendaris di Indonesia. Berdiri sejak 1927, Green Force meraih prestasi juara sejak era kompetisi Perserikatan.
Format kompetisi kemudian berubah pada 1995, di mana tim-tim dari Perserikatan dan Galatama dilebur ke dalam satu kompetisi baru dengan nama Liga Indonesia.
Sebagai tim besar, Persebaya tentu selalu difavoritkan meraih juara liga setiap tahunnya. Namun, sayangnya jumlah gelar liga yang diraih belum memenuhi ekspektasi.
Persebaya baru memenangkan dua gelar Liga Indonesia, yaitu pada musim 1995/1996 dan 2004. Dengan demikian, jika patokannya adalah tahun terakhir menjadi juara, maka tim kebanggaan masyarakat Surabaya ini telah puasa gelar lebih dari dua dekade.
Oleh sebab itu, musim ini Persebaya merombak komposisi skuadnya. Eduardo Perez ditunjuk sebagai pelatih baru menggantikan Paul Munster. Coach Edu pun merombak sedikit komposisi tim kepelatihan dengan mengganti beberapa asistennya.
Sedangkan untuk komposisi pemain, tidak terlalu banyak berubah meski pihak manajemen telah melepas 11 pemain. Mereka tercatat sebagai andalan musim lalu, yaitu Slavko Damjanovic, Mohammed Rashid, dan Flavio Silva. Sebagai gantinya, Persebaya merekrut tujuh pemain baru.
Sejauh ini, enam pemain baru telah didaratkan oleh manajemen. Mereka adalah Gali Freitas, Risto Mitrevski, Rachmat Irianto, Koko Ari, Milos Raickovic, Rendy Oscario, dan Mihailo Perovic.
Dari tujuh pemain tersebut, tiga di antaranya merupakan pemain Eropa dari wilayah Balkan, yaitu Risto Mitrevski, Milos Raickovic, dan Mihailo Perovic. Mereka akan melengkapi dua legiun Balkan lainnya, yaitu Dejan Tumbas dan Dime Dimov.
"Alhamdulillah Persebaya menjadi salah satu tim di Super League yang didominasi oleh pemain asing asal Balkan, sehingga kita berharap mereka bisa lebih mudah dalam membentuk chemistry dalam permainan tim," kata Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi dikutip dari akun YouTube Bola Bung Binder.
Dengan begitu, motor penggerak Green Force bisa dikatakan adalah lima serdadu Balkan yang mengisi hampir semua lini. Risto Mitrevski dan Dime Dimov di sektor pertahanan, lalu Dejan Tumbas dan Milos Raickovic menempati lapangan tengah, dan Mihailo Perovic mengisi posisi penyerang tengah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
