Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 18.46 WIB

Profil Eduardo Perez: Lahir di Benteng Moor Bernama Magerit! Nakhoda Baru Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026

Eduardo Perez siap pimpin Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Media Persebaya) - Image

Eduardo Perez siap pimpin Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)

JawaPos.com—Profil Eduardo Pérez Morán kini menjadi sorotan tajam setelah resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya untuk Super League 2025/2026. Pria kelahiran Madrid, atau dalam sejarah Moor disebut Magerit, itu diumumkan sebagai nahkoda Green Force pada Selasa, 3 Juni 2025.

Penunjukan ini memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran di kalangan Bonek dan pecinta sepak bola nasional. Eduardo Perez memang memiliki latar belakang sebagai pelatih berlisensi Pro UEFA dan sempat mencicipi level elite, namun rekam jejaknya sebagai pelatih kepala tak semegah nama yang dibawanya.

Eduardo Pérez, 48 tahun, bukan sosok asing di dunia sepak bola Indonesia. Dia pernah menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 di era Luis Milla antara 2017 hingga 2018, masa di mana permainan timnas mendapat banyak pujian.

Tak hanya itu, dia sempat menjadi asisten pelatih Persija Jakarta pada musim 2019, lalu naik sebagai pelatih kepala PSS Sleman di awal 2020. Namun masa tugasnya di Sleman terbilang singkat, hanya berjalan sekitar satu bulan lebih sebelum mengundurkan diri.

Karirnya kemudian berlanjut di Spanyol, saat menangani tim senior CP Villarrobledo pada musim 2020/2021. Sayangnya, catatan di klub ini justru menjadi titik kelam dalam CV kepelatihannya.

Dari 26 pertandingan bersama Villarrobledo, Eduardo Pérez hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan, enam hasil imbang, dan menelan 18 kekalahan. Dengan rata-rata poin 0,46 per laga, kinerjanya menjadi salah satu yang terburuk di kasta ketiga Liga Spanyol.

Kritik pun bermunculan, tak hanya soal hasil, tapi juga gaya bermain yang dianggap tidak memiliki pola dan identitas. Timnya dinilai kesulitan mencetak gol dan terlihat kebingungan saat menguasai bola.

Situasi ini menjadi kekhawatiran utama suporter Persebaya Surabaya, mengingat tekanan dan ekspektasi di Surabaya tidaklah kecil. Bagi Bonek, Persebaya Surabaya adalah harga diri kota, dan sosok pelatih kepala haruslah figur yang bukan sekadar nama besar di atas kertas.

Eduardo Pérez memang punya pengalaman sebagai bagian dari tim elite, tapi belum terbukti sukses sebagai pelatih kepala klub besar. Namanya pernah dikaitkan dengan proyek sepak bola modern bersama Xavi Hernandez, namun tidak berkembang lebih jauh dari sekadar pembicaraan.

Kehadirannya di Persebaya Surabaya akan dibantu tim pelatih yang terdiri atas Shin Sang-gyu dan legenda hidup Bonek Uston Nawawi sebagai asisten pelatih. Sementara posisi pelatih kiper dipercayakan kepada Felipe Americo Martins Goncalves, pelatih asal Brasil.

Menurut rilis resmi klub, jajaran tim pelatih sudah berada di Surabaya dan tengah menyusun program latihan untuk menyongsong musim baru. Mereka juga didukung departemen analis dan tim medis profesional yang berbasis di Kompleks Gelora Bung Tomo (GBT).

Semua aktivitas latihan dan pertandingan Persebaya Surabaya musim ini akan dipusatkan di GBT yang sedang melengkapi fasilitas kebugaran modern. Sementara itu, staf operasional klub juga mulai berkantor tetap di area yang sama, memperkuat kesatuan sistem dan komunikasi tim.

Eduardo Perez sendiri tercatat memiliki rata-rata masa kerja sebagai pelatih hanya 0,42 tahun per jabatan. Rentang waktu yang singkat ini kembali menjadi sorotan, karena menunjukkan ketidakkonsistenan dalam memimpin satu proyek tim secara utuh.

Namun begitu, pihak manajemen Persebaya Surabaya tetap percaya dengan pengalaman internasional yang dimiliki oleh pelatih asal Magerit ini. Mereka berharap Eduardo Pérez mampu membawa warna baru dan identitas permainan yang segar bagi Green Force.

Jika mampu membuktikan diri, ini bisa menjadi momentum kebangkitan nama Eduardo Perez di kancah sepak bola Asia Tenggara. Namun jika gagal, penunjukan ini bisa jadi kesalahan strategi besar bagi Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore