Penyakit lama Persebaya Surabaya harus diatasi oleh Eduardo Perez di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bersiap menatap musim baru Super League 2025/2026 dengan harapan besar di bawah arahan pelatih anyar Eduardo Perez. Namun, Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, mengingatkan seluruh elemen tim agar tidak mengulangi kesalahan fatal yang membuat Green Force gagal juara musim lalu.
Dalam wawancara di kanal YouTube Bola Bung Binder pada Selasa (29/7/2025), Candra menyebut Persebaya Surabaya harus belajar dari pengalaman musim lalu. Ia menyebut tim tidak boleh hanya tampil garang di awal musim lalu melempem di paruh kedua kompetisi.
Musim lalu, Persebaya Surabaya sempat tampil menjanjikan di bawah komando pelatih Paul Munster pada putaran pertama Liga 1 (kini bernama Super League).
Namun, grafik permainan menurun drastis di putaran kedua hingga akhirnya hanya finis di posisi keempat klasemen akhir.
Candra menyebut situasi tersebut tak boleh terulang lagi jika Persebaya Surabaya ingin benar-benar bersaing dalam perebutan gelar musim ini. Menurutnya, kunci utama yang harus dipegang adalah menjaga konsistensi sepanjang musim.
“Iya kuncinya memang kami harus konsisten, kami harus stabil menjaga ritme,” ujar Candra. “Jangan sampai kencang di awal kemudian gembos di akhir.”
Ia menegaskan seluruh kontestan Super League 2025/2026 patut diwaspadai oleh Persebaya Surabaya. Bahkan, menurutnya, tiga tim promosi pun tidak boleh dianggap remeh karena motivasi mereka sangat tinggi.
“Saya kira 18 tim Liga 1 ini semuanya kompetitif,” ujar Candra. “Artinya bahkan tiga klub baru yang promosi pun saya yakin juga akan serius.”
Candra menilai pengalaman musim lalu menjadi bukti nyata Persebaya Surabaya sempat kesulitan saat menghadapi tim-tim yang secara klasemen berada di bawah mereka.
Hal ini membuktikan tidak ada lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
“Karena tahun lalu Persebaya juga kita beberapa kali kesulitan menghadapi tim yang secara klasemen di bawah,” kata Candra. “Artinya kita enggak mungkin underestimate juga.”
Meski begitu, ia secara khusus menyebut tiga tim yang musim lalu finis di atas Persebaya Surabaya patut menjadi perhatian serius.
Persib Bandung, Dewa United, dan Malut United menurutnya memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang remeh.
“Tapi kalau secara kasat mata memang Persebaya harus mewaspadai tiga tim yang dulu di atasnya Persebaya,” ujar Candra. “Ya karena itu setahun lalu mereka di atas kami.”

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
