Persela Lamongan vs Borneo FC di laga uji coba (Dok. Persela)
JawaPos.com - Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, soroti kondisi fisik para pemain saat menjalani pemusatan latihan (TC) di Jogjakarta. Dalam evaluasi seusai kekalahan tipis 0-1 dari Borneo FC di lapangan Yogyakarta International School (YIS), Rabu (24/7/2025), Aji menyoroti bahwa kondisi fisik pemainnya baru mencapai 40 persen dari kapasitas optimal.
Masalah kondisi fisik ini menjadi tantangan utama bagi Aji dalam mempersiapkan skuad Laskar Joko Tingkir menghadapi kompetisi mendatang. Meski demikian, pelatih berusia 55 tahun itu mengaku puas dengan usaha maksimal yang ditunjukkan para pemain dalam kondisi yang belum ideal tersebut.
"Anak-anak sudah tampil maksimal, meskipun kondisi fisik pemain saya masih 40 persen, karena kita baru di Jogja dengan pemain lengkap. Jadi menurut saya anak-anak cukup bagus. Saya paksa untuk mencari stamina, karena itu tadi, kita baru latihan dua kali di Jogja," ungkap Aji dengan jujur.
Pernyataan Aji ini menggambarkan realitas yang dihadapi tim saat menjalani TC di Jogjakarta sejak 22 Juli 2025. Kondisi fisik yang belum optimal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk jadwal kedatangan pemain yang tidak bersamaan dan waktu persiapan yang masih terbatas.
Aji menekankan bahwa masalah fisik ini bukan hanya dialami oleh satu atau dua pemain, melainkan hampir seluruh skuad. Bahkan, pemain kunci seperti John Mena, meski dalam kondisi baik, juga belum mencapai performa fisik maksimal.
"Kondisi John Mena baik, tapi seluruh pemain belum ada yang kondisinya 100 persen. Nah, kita nyari uji coba ini karena kita dapat lawan tim Liga 1, biar pemain dapat pengalaman lawan tim yang bagus," jelas pelatih berkacamata itu.
Salah satu faktor yang memperparah kondisi fisik pemain adalah jadwal kedatangan yang tidak sinkron. Beberapa pemain, terutama legiun asing, baru tiba di Jogjakarta menjelang pertandingan uji coba, sehingga tidak memiliki waktu adaptasi yang cukup.
"Kalau melihat performa, tentu belum sesuai keinginan saya, tapi potensi tim ini sangat bagus. Untuk performa sendiri, karena pemain baru kumpul, kondisi pemain masih banyak yang kurang bagus. Datangnya juga tidak barengan, pemain asing baru kemarin datang ke Jogja. Tapi, anak-anak sudah maksimal," ujar Aji dengan nada prihatin.
Meski menghadapi kendala fisik yang signifikan, Aji tetap memaksakan intensitas latihan tinggi untuk mengejar ketertinggalan kondisi pemain. Strategi ini memang berisiko, namun diperlukan mengingat waktu persiapan yang terbatas sebelum kompetisi resmi dimulai.
Aji mengakui bahwa program latihan yang diterapkan di Jogjakarta memang dirancang untuk memaksa pemain mencari stamina optimal dalam waktu singkat. Pendekatan ini diambil karena tim baru bisa berlatih lengkap setelah semua pemain berkumpul di lokasi TC.
"Saya paksa untuk mencari stamina, karena itu tadi, kita baru latihan dua kali di Jogja," tegas Aji, menjelaskan pendekatan intensif yang dipilihnya meski berisiko terhadap kondisi fisik pemain.
Dampak dari kondisi fisik yang belum optimal ini terlihat jelas dalam pertandingan melawan Borneo FC. Meski Aji mengapresiasi beberapa pemain yang tampil solid seperti Daniel, Dutra, dan Fardan, secara keseluruhan performa tim masih jauh dari ekspektasi.
"Daniel, Dutra sama Fardan cukup kokoh. Bahkan peluang-peluang kita tadi juga banyak," puji Aji, sambil mengakui bahwa kondisi fisik yang kurang prima mempengaruhi eksekusi peluang yang diciptakan tim.
Masalah fisik ini juga menjadi salah satu pertimbangan Aji dalam menentukan strategi untuk rangkaian uji coba berikutnya. Persela masih akan menghadapi Malut United pada Sabtu (26/7) dan Garudayaksa FC pada Rabu (30/7), di mana kondisi fisik pemain diharapkan sudah menunjukkan perbaikan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
