Eduardo Perez mengingatkan pemain Persebaya Surabaya harus bermain pintar. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Ruang ganti Persebaya Surabaya mendadak panas. Teriakan lantang Eduardo Perez bocor ke luar dan langsung memantik perhatian.
“Jangan hanya bermain dengan hati! Kita harus main dengan kepala juga, harus main pintar!” bentak Eduardo Perez kepada skuadnya di ruang ganti. Kalimat penuh emosi itu disampaikannya ketika laga uji coba melawan PSS Sleman, Sabtu malam (19/7/2025).
Persebaya Surabaya memang baru saja menang tipis 1-0 dalam laga yang jadi bagian dari Team Launching Game. Namun kemenangan bukan tujuan utama malam itu.
Pelatih kepala asal Spanyol tersebut menegaskan laga uji coba adalah ajang untuk mengukur progres tim jelang Super League 2025/2026. Ia lebih fokus pada cara bermain tim ketimbang hasil akhir pertandingan.
Gol tunggal Persebaya Surabaya dicetak oleh Bruno Moreira di menit ke-72. Striker anyar itu sukses memaksimalkan umpan terobosan matang dari Malik Risaldi.
Skema serangan yang dibangun dari lini tengah tampak berjalan efektif. Namun Eduardo Perez menilai banyak hal masih harus diperbaiki, terutama dalam hal kolektivitas tim.
“28 hari bersama, dua laga sudah kita lalui. Kita harus improve, harus percaya diri, bermain bersama, menekan bersama,” serunya lagi.
Eduardo mengingatkan anak asuhnya kekuatan tim tidak hanya di kaki dan hati. Tapi juga harus didukung kecerdasan, kedisiplinan, dan fokus penuh sepanjang pertandingan.
Uji coba ini menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum Super League bergulir pada 8 Agustus 2025. Persebaya Surabaya masih memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk menyempurnakan segalanya.
Eduardo Perez juga memberi perhatian khusus pada kondisi fisik pemain. Ia menargetkan Bruno Moreira dkk bisa mencapai puncak performa sebelum laga perdana liga.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga mengapresiasi semangat para pemain muda yang tampil agresif dan percaya diri. Tapi ia tetap menuntut kedewasaan bermain yang harus terus diasah.
“Harus kasih 100 persen, berikan apapun di atas lapangan,” ucapnya tegas sambil menatap tajam skuadnya di ruang ganti. Tak hanya taktik, sisi mental juga jadi prioritas utamanya.
Eduardo menekankan pentingnya permainan tanpa bola yang sering luput dari sorotan. Menurutnya, momen ketika tim tidak menguasai bola justru menjadi penentu kekompakan dan kedewasaan tim.
“Kita harus jadi tim terbaik ketika tanpa bola maupun ketika memegang bola,” katanya penuh keyakinan. Filosofi bermain dua fase itu kini menjadi identitas baru Persebaya Surabaya di bawah arahannya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
