Hendro Susilo jadi satu-satunya pelatih lokal yang akan berjuang di Super League 2025/2026. (Media Malut United)
JawaPos.com — Komitmen kuat ditunjukkan PSSI dalam mencetak pelatih lokal berkualitas di tengah gempuran pelatih asing di Super League 2025/2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan Indonesia butuh 36 ribu pelatih untuk mendukung perkembangan sepak bola nasional secara merata.
Langkah nyata telah diwujudkan lewat peluncuran Konferensi Nasional Kepelatihan 2025 di Jakarta International Stadium. Acara ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai wujud dukungan pemerintah dalam mencetak pelatih-pelatih lokal unggul.
Erick Thohir menyampaikan sejak 2023 jumlah pelatih di Indonesia meningkat 49 persen dari 10 ribu menjadi lebih dari 15 ribu. Meski naik signifikan, angka tersebut dinilai belum cukup untuk mengangkat kualitas pembinaan di seluruh daerah.
“Jumlahnya bagus, tetapi masih kurang. Sepak bola bukan hanya untuk klub-klub tertentu,” ujar Erick Thohir, 18 Juli 2025.
Ia menyoroti pentingnya mendukung klub-klub amatir sebagai fondasi utama dalam mencetak talenta muda sepak bola.
Melalui pembinaan usia dini yang baik, kualitas sepak bola Indonesia diyakini akan meningkat dalam jangka panjang.
Untuk mendukung hal itu, PSSI telah meluncurkan Liga 4 sebagai kompetisi level keempat yang melibatkan klub-klub amatir dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.
Klub Tri Brata Rafflesia sukses menjadi juara nasional di musim perdana 2024/2025.
Erick memaparkan jika ada 25 klub di setiap dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia, maka akan tercipta sekitar 12 ribu klub amatir.
Dengan asumsi setiap klub memerlukan tiga pelatih, maka dibutuhkan setidaknya 36 ribu pelatih lokal di seluruh Indonesia.
“Jika setidaknya ada 25 klub di masing-masing 514 kabupaten dan kota di Indonesia, totalnya sekitar 12 ribu klub. Dengan demikian, kita membutuhkan sekitar 36 ribu pelatih, dengan asumsi setiap klub membutuhkan tiga pelatih,” tegas mantan Presiden Inter Milan itu.
PSSI juga mempercepat proses lisensi kepelatihan dengan memanfaatkan teknologi digital dan menekan biaya pelatihan di tingkat provinsi. Strategi ini diharapkan mampu memperluas akses bagi calon pelatih dari seluruh daerah.
Sebanyak 200 pelatih berlisensi tinggi telah direkrut PSSI untuk terlibat dalam program nasional. Para pelatih ini dibebani tugas untuk menularkan ilmu mereka kepada generasi pelatih baru di daerah.
“Para pelatih ini harus menularkan ilmunya untuk membuka jalan bagi pelatih-pelatih baru,” tambah Erick.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
