Yann Motta (kanan) saat latihan bersama Arema FC. (Media Arema FC)
JawaPos.com — Arema FC akhirnya mengungkap alasan di balik perekrutan mantan bek Persija Jakarta, Yann Motta. Pemain asal Brasil itu kembali ke Indonesia dan langsung menjadi bagian dari skuad Singo Edan musim ini.
Kehadiran Motta sempat memunculkan tanda tanya besar di kalangan Aremania. Pasalnya, Arema FC sudah memiliki dua bek asing dan lebih membutuhkan gelandang bertahan pengganti Pablo Oliveira.
Pablo saat ini tengah menjalani pemulihan cedera lutut yang membuatnya harus absen cukup lama. Situasi ini membuka ruang bagi manajemen untuk mencari sosok versatile yang bisa mengisi beberapa posisi vital.
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan perekrutan Motta bukan keputusan asal-asalan. Ia menyebut klub sudah mempertimbangkan banyak aspek, termasuk kemampuan teknis sang pemain.
"Dia (Motta) berpengalaman bermain sebagai holding midfielder. Karena itu kami tertarik merekrutnya," ungkap pria yang akrab disapa Inal dikutip dari Jawa Pos Radar Malang.
Selain gelandang bertahan, Motta juga bisa dimainkan sebagai full back kanan dan center back.
Fleksibilitas inilah yang menjadi nilai tambah dari pemain berusia 25 tahun tersebut. Pelatih Marcos Santos akan punya banyak opsi taktik ketika Motta bergabung dalam skema permainan tim.
Arema FC bisa bermain dengan tiga bek atau menempatkan Motta di posisi yang ditinggalkan Achmad Maulana. Seperti diketahui, Maulana kini sedang menjalani pemusatan latihan bersama Timnas U-23.
Menurut Inal, karakter bermain Motta mirip dengan Pablo Oliveira. Ia mampu menjadi gelandang pengganggu yang memutus serangan lawan dan memberikan tekanan tinggi di lini tengah.
Musim lalu, Pablo tercatat sebagai pemain dengan jumlah intersep dan tekel terbanyak di skuad Arema FC. Dengan Motta, manajemen berharap peran itu bisa dilanjutkan secara efektif.
Usia muda juga menjadi pertimbangan penting bagi manajemen dalam merekrut Motta. Dengan usia 25 tahun, dia dianggap sebagai aset yang masih bisa berkembang bersama klub.
"Seperti halnya Odivan yang masih berusia 26 tahun. Dia baru berusia 25 tahun," tambah Inal. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang Arema FC dalam membangun tim secara berkelanjutan.
Inal menegaskan prestasi tidak hadir secara instan. Diperlukan proses, pembangunan tim, dan regenerasi yang konsisten agar Arema bisa bersaing di level tinggi.
Optimisme disampaikan manajemen jelang Piala Presiden yang akan segera digelar. Kombinasi antara pemain muda potensial, pemain senior berpengalaman, dan legiun asing dinilai cukup menjanjikan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
