Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 14.17 WIB

Strategi Psikologis Malaysia di Piala AFF U-23 2025: Sebut Timnas Indonesia U23 sebagai Favorit Juara, Posisikan Malaysia Underdog

Timnas Indonesia U-23 menjalani latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Senin (23/6). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Timnas Indonesia U-23 menjalani latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Senin (23/6). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pernyataan pelatih Malaysia U-23, Nafuzi Zain, yang menobatkan Indonesia sebagai tim favorit Piala AFF U-23 2025 bukanlah sekadar pengakuan sportif biasa.

Di balik ucapan tersebut, terdapat strategi psikologis yang cerdik untuk mengalihkan tekanan dari pundak anak asuhnya menuju rival tradisional di Grup A.

Dengan secara terbuka mengakui Indonesia sebagai favorit juara, Nafuzi Zain sebenarnya sedang memposisikan Malaysia dalam peran yang sangat menguntungkan: tim underdog yang bebas dari beban ekspektasi tinggi.

"Keuntungan pada turnamen ini ada pada status tuan rumah, terutama dengan kekuatan dukungan suporter yang bakal mereka nikmati di Stadion Gelora Bung Karno," ujar Nafuzi Zain.

"Dalam pandangan saya, Indonesia adalah tim favorit untuk memenangkan turnamen ini. Mereka akan bermain di markas mereka," tambahnya.

Strategi ini telah terbukti efektif dalam berbagai kompetisi internasional, di mana tim dengan tekanan minimal seringkali tampil lebih rileks dan berani mengambil risiko.

Walaupun mengakui Indonesia sebagai tim favorit, Nafuzi Zain menegaskan Malaysia akan berusaha keras. "Meski demikian, kami bersiap untuk menghadapi tantangan apapun yang datang pada kami di turnamen ini," tegasnya.

Pendekatan ini memberikan motivasi tambahan bagi pemain Malaysia. Alih-alih terbebani dengan ekspektasi untuk mengalahkan Indonesia, mereka kini dapat fokus pada target realistis: mencapai semifinal dan berpotensi meraih hasil mengejutkan.

Faktor Tuan Rumah: Pisau Bermata Dua

Nafuzi Zain dengan cermat menyoroti keunggulan Indonesia sebagai tuan rumah, khususnya dukungan suporter di Stadion Gelora Bung Karno. Namun, penekanan berlebihan pada aspek ini justru dapat menjadi bumerang bagi Indonesia.

Dukungan penuh suporter memang memberikan energi positif, tetapi juga menciptakan tekanan tambahan untuk tampil sempurna.

Sejarah sepak bola menunjukkan bahwa tim tuan rumah kerap mengalami "home pressure syndrome" kondisi di mana ekspektasi tinggi justru menghambat performa natural pemain.

Malaysia, dengan status sebagai tim tamu, terbebas dari beban psikologis ini. Mereka dapat bermain dengan mentalitas "nothing to lose" yang seringkali menghasilkan performa mengejutkan.

Analisis Grup A: Persaingan yang Tidak Seimbang di Atas Kertas

Komposisi Grup A yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Brunei sekilas tampak mudah diprediksi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore