Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Juni 2025 | 20.23 WIB

Persebaya Surabaya Tak Hanya Gudangnya Talenta Timnas, Kini Jadi Role Model di Bursa Transfer, Arema FC Siap Ikuti Jejak?

Koko Ari saat perkuat Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia. (Media Persebaya) - Image

Koko Ari saat perkuat Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia. (Media Persebaya)

JawaPos.com- Persebaya Surabaya bukan hanya sekadar klub sepak bola. Tim berjuluk Green Force ini telah lama menjadi pabrik pencetak pemain andal untuk Timnas Indonesia.

Dari era Liga Djarum hingga BRI Liga 1, Persebaya tak pernah berhenti memproduksi bakat-bakat segar, bahkan sebagian telah menembus pentas internasional.

Nama-nama seperti Aji Santoso, bejo Sugiantoro, dan Uston Nawawi menjadi simbol kejayaan Persebaya di masa lalu.

Lalu datang era Andik Vermansyah, yang sempat mencuri perhatian dunia, bahkan sampai ke radar David Beckham. Masuk ke era modern, giliran Evan Dimas, Irfan Jaya, hingga kiper muda Ernando Ari menjadi andalan Timnas.

Tak ketinggalan, Marselino Ferdinan yang kini bermain di Oxford United dan Rizky Ridho yang tampil solid bersama bek Liga Inggris dan Serie A membentuk tembok pertahanan Garuda.

Konsistensi ini membuat Persebaya layak disebut sebagai laboratorium pengembangan sepak bola nasional. Meskipun sempat mengalami degradasi dan tertinggal dari rival klasik mereka, Arema FC, dalam hal prestasi, Persebaya tetap unggul dalam urusan pembinaan.

Kini, Persebaya Surabaya tengah menjalankan manuver menarik jelang Liga 1 musim 2025/2026. Klub asal Kota Pahlawan ini tampaknya mulai menjalankan strategi memulangkan pemain-pemain lama untuk memperkuat identitas tim.

Salah satu yang sudah terealisasi adalah kembalinya Koko Ari Araya. Selanjutnya, nama Rachmat Irianto juga santer dikabarkan akan segera berseragam hijau kembali.

Menurut akun @transfernews_ft1, Rachmat Irianto akan dikontrak Persebaya selama dua musim ke depan, hingga 2027. Kembalinya Irianto ini tentu jadi sinyal bahwa Persebaya tidak hanya fokus pada regenerasi, tapi juga menjaga ikatan emosional dan loyalitas para pemain binaan mereka.

Menariknya, langkah ini tampaknya mulai ditiru oleh Arema FC. Rival abadi Persebaya tersebut dikabarkan tengah mencoba memulangkan eks kiper mereka, Kurniawan Kartika Ajie.

Nama Kartika Ajie sendiri bukan sosok asing di Malang. Ia sempat memperkuat Singo Edan selama empat musim sejak 2017, meskipun kemudian sempat berpindah-pindah ke RANS, Barito, Persik, hingga Persita Tangerang.

Kontraknya bersama Persita yang akan segera habis membuka peluang Arema untuk memulangkan Kartika Ajie dengan status bebas transfer pada musim 2025/2026.

Jika terealisasi, maka langkah Arema FC ini akan sangat mirip dengan strategi transfer Persebaya yang memboyong kembali mantan pemain penting.

Dari pola transfer hingga pembinaan pemain, Persebaya memang telah membuktikan diri sebagai klub dengan visi jangka panjang. Sementara Arema FC kini seolah mulai mengikuti langkah yang sama, setidaknya dari segi perekrutan pemain.

Apakah ini pertanda rivalitas Aremania dan Bonek tak lagi sekadar tentang panasnya duel di lapangan, tetapi juga soal adu visi dan strategi membangun masa depan klub?

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore