Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 16.25 WIB

Laga Penutup Ricuh, Ricky Nelson Tuntut Konsistensi Venue dan Evaluasi Finishing Persija Jakarta

Persija tutup musim dengan hasil imbang kontra Malut. (@persija)

JawaPos.com - Musim Liga 1 2024/2025 berakhir dengan catatan pahit untuk Persija Jakarta. Bermain di kandang sendiri, Jakarta International Stadium (JIS), tim Macan Kemayoran harus puas bermain imbang 0-0 melawan tim promosi Malut United, Jumat (23/5).

Namun, sorotan tajam tak hanya tertuju pada hasil di lapangan, melainkan juga pada gejolak di tribune penonton.

Laga yang berlangsung di pekan ke-34 ini sempat dihentikan sementara pada menit ke-76 akibat aksi suporter yang menyalakan flare dan melempar petasan ke dalam lapangan. Insiden bermula dari tribune utara, ketika The Jakmania membentangkan spanduk protes bertuliskan "100% Failed, Rombak Total Management!" dan "Curva Nord Prapanca" dengan kata terakhir dicoret.

Nyala flare pun merambat ke tribune timur dan selatan, memperburuk situasi hingga wasit Yudi Nurcahya memutuskan menghentikan pertandingan selama sekitar 15 menit.

Kekecewaan suporter tak lepas dari performa Persija sepanjang musim yang dinilai inkonsisten. Meski diperkuat banyak pemain berkualitas, klub ibu kota hanya mampu finis di peringkat ketujuh klasemen akhir dengan 51 poin, terpaut enam angka dari Malut United yang mengakhiri musim dengan kejutan, menempati posisi ketiga.

Pelatih sementara Persija, Ricky Nelson, mengaku kecewa dengan hasil akhir dan menyayangkan buruknya penyelesaian akhir timnya. Dalam konferensi pers usai laga, Ricky mengatakan seharusnya Persija bisa mencetak dua atau tiga gol di babak pertama. Namun, keberuntungan tak berpihak setelah beberapa peluang emas tak berbuah gol, termasuk satu yang membentur tiang.

"Kalau tadi finishing-nya lebih baik, mungkin hasilnya bisa berubah," ujar Ricky.

Ia juga mengungkap bahwa absennya Witan Sulaeman akibat akumulasi kartu serta cedera yang dialami Donny Tri Pamungkas mengacaukan rencana strategi yang telah disiapkan selama dua pekan terakhir.

Selain persoalan teknis, Ricky menyoroti inkonsistensi venue kandang Persija musim ini. Dari 17 laga kandang, Persija hanya enam kali bermain di JIS.

"Musim depan seharusnya semua pertandingan kandang digelar di JIS. Jangan pindah-pindah lagi," tegasnya.

Terkait masa depannya bersama Persija, Ricky menyatakan akan segera berdiskusi dengan manajemen. Ia membuka peluang tetap berada di klub, bahkan jika harus berperan sebagai asisten pelatih asing yang mungkin akan didatangkan.

"Saya profesional. Setelah ini saya akan berbicara dengan Presiden Persija untuk masa depan saya. Kalau semuanya berjalan baik, mungkin kerja sama ini bisa berlanjut," ucap Ricky.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah cepat manajemen dalam mengamankan kontrak pemain baru, mengingat musim depan kemungkinan besar akan bergulir mulai Agustus.

Di sisi lain, laga antara Persija dan Malut United juga memperlihatkan potensi tim promosi yang mengesankan. Malut United tampil solid dan sempat mengancam melalui beberapa peluang berbahaya, yang beruntung berhasil digagalkan oleh kiper Persija, Carlos Eduardo.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore