Bek Persebaya Arief Catur mengawal Irfan Jaya dari Bali United di GBT. (Dok. X BU)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya menutup kompetisi Liga 1 musim ini dengan anti klimaks setelah kalah dari Bali United 1-3 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat (23/5).
Menurut Asisten pelatih Persebaya Surabaya Uston Nawawi, para pemain banyak melakukan kesalahan sendiri. Hal itu membuat Bali United leluasa mencetak gol.
“Kami sudah tahu cara main Bali United, tapi memang (kekalahan ini) dari kesalahan-kesalahan kami sendiri. Kami juga menciptakan banyak peluang. Dalam sepak bola, main bagus saja tidak cukup,” kata Uston dalam jumpa pers pasca pertandingan seperti dikutip dari Antara.
Uston tentu kecewa karena pertandingan penutup musim ini malah berujung kekalahan di kandang sendiri, dan juga seharusnya menjadi kado perpisahan yang berkesan bagi pemain senior Muhammad Hidayat.
Meski begitu, dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang terus memberikan perlawanan ke Serdadu Tridatu hingga akhir laga. Dia menyebut kiper tim tamu, Adilson Maringa banyak menggagalkan peluang Persebaya.
“Harus kami akui, kami banyak menciptakan peluang tapi masih terbentur, bukan sama tiang gawang, tapi sama Maringa. Dia menyulitkan kami mencetak gol,” kata mantan gelandang Timnas Indonesia itu.
Sementara itu, Francisco Rivera yang menjadi pencetak gol satu-satunya Persebaya mengaku Bali United sangat sulit dibobol dan bermain lebih solid kemarin.
“Mereka menang karena serangan balik yang efektif. Setelah 3-1, bagi kami itu susah. Ini musim yang sulit, tapi kami tetap bangga dengan Persebaya,” kata Francisco Rivera.
Rivera menegaskan tidak akan menyerah begitu saja. Dia bertekad membawa Green Force meraih juara musim depan.
“Kami akan terus berusaha dan berharap musim depan bisa menjadi juara,” ungkap playmaker asal Meksiko itu.
Kekalahan di laga terakhir itu membuat Persebaya menutup musim di peringkat keempat klasemen dengan raihan 56 poin. Peringkat empat sebenarnya bukanlah akhir yang buruk mengingat pada musim lalu, Green Force terpuruk di posisi 12 klasemen akhir.
Meski gagal juara dan pupus juga harapan berlaga di kejuaraan antar klub Asia, setidaknya mereka masih lolos ke ajang ASEAN Club Championship musim depan yang mempertemukan dengan klub-klub asal Asia Tenggara.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
