
Stefano Cugurra saat melihat foto juaranya bersama Persebaya Surabaya di Liga Indonesia 2004. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Kisah cinta Stefano Cugurra dengan Surabaya bukan sekadar soal sepak bola, tapi juga tentang memori manis, atmosfer magis, hingga perjumpaan takdir dengan belahan jiwa. Saat Bali United bersiap menghadapi Persebaya Surabaya di laga penutup Liga 1, sang pelatih mengenang kembali titik awal kariernya di Indonesia.
Surabaya adalah kota pertama yang menyambutnya kala ia hijrah dari Liga Singapura yang sepi dukungan.
“Ya, Uston ada di foto sana yang foto juara, Uston ada, saya juga ada di sana, pasti pertama Kota Surabaya, kota pertama saya kerja di Indonesia, dari sini saya pasti sangat semangat waktu kerja di Persebaya,” ujar Teco, Kamis (22/5/2025).
“Waktu itu saya baru datang dari Liga Singapura, di Liga Singapura suporter sedikit sekali, terus saya waktu saya datang ke sini saya lihat Bonek, benar-benar waktu itu kita lihat di 10 Nopember penuh terus.”
Atmosfer yang dibangun suporter fanatik Persebaya Surabaya itu menjadi bahan bakar semangat Teco - sapaan akrab Cugurra, untuk memberi yang terbaik. Ia tak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara Liga Indonesia 2004, yang menjadi kenangan indah tak hanya bagi klub, tapi juga dirinya secara pribadi.
“Dari situ saya benar-benar semangat memberikan sesuatu buat Bonek, saya sama Uston bisa memberikan hasil maksimal, juara di 2004, ya juara terakhir dari Persebaya yang sudah lama tidak juara. Klub besar bagi saya harus lebih bersaing di atas lagi.”
Teco tidak sendiri, ia bekerja sama dengan Uston Nawawi yang saat itu masih aktif sebagai pemain dan menunjukkan kualitas luar biasa. “Uston teman saya, dia main sangat bagus waktu itu, saya sangat senang kerja sama dia,” tuturnya.
Ia pun menyebut satu lagi nama yang membekas dalam ingatannya, yakni Danilo Fernando. “Uston teman saya, waktu itu sebagai pemain dia bermain bagus sekali, saya sangat senang kerja sama dia. Di Persebaya dulu ada dua pemain sangat bagus, Uston sama Danilo Fernando, dua pemain benar-benar punya kualitas di atas rata-rata,” tambahnya dengan penuh penghargaan.
Meski kini keduanya berada di posisi yang berseberangan - Uston melatih Persebaya Surabaya dan Teco membesut Bali United - ada simpul rasa yang tak pernah putus.
Hubungan profesional mereka berakar dari masa lalu yang gemilang dan dipupuk oleh rasa hormat yang dalam. Tak hanya soal taktik dan kemenangan, Surabaya menyimpan makna lebih dalam bagi Teco.
“Tapi saya tidak lupa memori bagus saya di Kota Surabaya, termasuk saya punya bonus besar yaitu dapat istri karena saya kenal di Surabaya dan dia punya rumah di sini, pasti dia sangat senang setiap saya datang di Surabaya juga teman-teman yang welcome di sini,” katanya sambil tersenyum.
Baginya, Surabaya bukan cuma tempat kerja, melainkan juga rumah kedua yang mempertemukannya dengan cinta sejati. Tak heran, tiap kali kembali, ia merasa seperti pulang, disambut teman-teman lama dan kenangan yang tak pernah pudar.
Kini, menjelang laga terakhirnya bersama Bali United, Teco menyimpan ambisi untuk memberikan perpisahan manis. Meski lawan yang dihadapi adalah Persebaya Surabaya—klub yang sangat ia hormati—ia bertekad membawa timnya meraih hasil maksimal.
“Sekarang kita lawan, besok hari terakhir saya di Bali United, pasti saya mau kasih yang terbaik buat Bali United,” ujarnya penuh tekad.
Namun di balik semua itu, ia tetap tak bisa menampik rasa harunya ketika menyebut nama Persebaya Surabaya. Cinta pertamanya di sepak bola Indonesia tetaplah Persebaya Surabaya, klub yang membuka pintu karier dan kehidupannya. Di sana ia belajar tentang gairah, tekanan, dan kekuatan suporter yang luar biasa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
