Boubakary Diarra saat perkuat PSIS Semarang dikabarkan merapat ke Persebaya Surabaya. (Media PSIS)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tampaknya tak main-main dalam membenahi skuad untuk musim depan. Sosok gelandang bertahan tangguh kini tengah dikaitkan kuat bakal segera merapat ke tim kebanggaan Bonek, tak lain adalah Boubakary Diarra.
Nama Boubakary Diarra mencuat setelah ia resmi mengumumkan kepergiannya dari PSIS Semarang pada Sabtu (17/5). Dalam unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, @b.diarra21, Diarra berpamitan kepada seluruh elemen klub dan suporter Mahesa Jenar.
Pernyataan itu sontak membuat publik sepak bola nasional berspekulasi soal pelabuhan barunya di Liga 1 musim depan. Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir, Diarra memang dikabarkan tengah didekati tim asal Jawa Timur.
Dari sejumlah nama, Persebaya Surabaya disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan jasa gelandang bertahan asal Prancis-Mali tersebut.
Hal ini diperkuat dengan masifnya komentar dukungan dari Bonek di kolom Instagram Diarra.
Komentar-komentar seperti “Welcome to Persebaya” hingga “Persebaya is waiting for you” menggambarkan betapa besar antusiasme suporter Green Force.
Tak sedikit pula yang langsung menandai akun resmi klub untuk segera merekrut Diarra.
Pergerakan Persebaya Surabaya dalam mendatangkan Boubakary Diarra juga dinilai masuk akal secara teknis. Hal ini menyusul performa kurang meyakinkan Gilson Costa yang dinilai gagal tampil konsisten di lini tengah musim ini.
Gilson Costa yang didatangkan sebagai motor pengatur serangan belum mampu memenuhi ekspektasi. Kinerjanya di lapangan kerap menuai kritik dan santer dikabarkan akan segera didepak dari skuad utama.
Masuknya Boubakary Diarra pun menjadi opsi ideal bagi Persebaya Surabaya untuk memperkuat sektor tengah. Selain mampu bertahan, Diarra juga memiliki kemampuan distribusi bola dan duel fisik yang mumpuni.
Meski Persik Kediri juga disebut berpeluang mendatangkan Diarra, namun Persebaya Surabaya dinilai memiliki daya tarik lebih kuat.
Faktor konsistensi di papan atas dan basis suporter besar jadi nilai plus tersendiri bagi klub asal Kota Pahlawan.
Jika resmi berseragam hijau, Diarra akan menjadi tambahan kekuatan signifikan untuk Green Force. Usianya yang sudah matang, yakni 30 tahun, juga menunjukkan ia membawa pengalaman dan ketenangan di lini tengah.
Statusnya yang kini berlabel bebas transfer juga membuat Diarra menjadi incaran banyak tim.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
