Jacksen (kiri) dan Rizky Ridho di Arab Saudi. (Dok. Jacksen)
JawaPos.com - Saking personalnya, Jacksen F. Tiago baru mengabari sang istri pada malam sebelum paginya dia menjadi mualaf. Dalam proses mencari guru untuk memperdalam pengetahuan agama.
Jacksen F. Tiago tiba-tiba berhenti berbicara. Pelatih asal Brasil itu mengusap air mata yang menetes hingga ke janggutnya yang memutih.
”Saya mau punya sisa hidup damai, terutama untuk keluarga,” tutur direktur Akademi Borneo FC, Samarinda, tersebut setelah menenangkan diri.
Pada Sabtu (12/4) siang itu, kami duduk di sudut sebuah tempat makan di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Sehari sebelumnya (11/4), pria 56 tahun itu mengirim pesan mengajak bertemu untuk berbagi tentang sesuatu yang disebutnya sangat personal.
”Insya Allah (pembicaraan) akan bermanfaat untuk orang lain,” tulisnya di WhatsApp.
Tiga hari sebelumnya (9/4), Jacksen baru tiba dari ibadah umrah. Perjalanan spiritualnya yang baru dimulai ketika pria yang sukses mengantarkan Persebaya Surabaya menjuarai Liga Indonesia sebagai pemain dan pelatih tersebut memutuskan menjadi mualaf pada 15 Oktober 2024.
Dia mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid dalam kompleks pondok pesantren milik Presiden Borneo FC Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur. Tapi, Islam dikenalnya jauh sebelum itu.
Sebelum mualaf pun, Jacksen sudah pernah tiga kali merasakan puasa Ramadan. Dia menemani sang istri, Nadia Bajamal, dan kedua anaknya, Hugo serta Diego Samir, yang menjalankan ibadah wajib tersebut.
Sangat Personal
Keputusan menjadi mualaf disebut Jacksen hasil perenungan panjang. Melewati banyak momen yang menyentuh relung hatinya.
Saking personalnya, Jacksen bahkan baru memberi tahu sang istri yang tinggal di Surabaya bahwa dirinya hendak memeluk Islam pada malam hari sebelum esoknya ke masjid untuk membaca syahadat.
”Sudah lama saya mengamati dan mempelajari Islam. Misalnya, saya mengamati bagaimana istri dan anak-anak menjalankan salat,” beber pemilik nama Islam, Samir Ferreira Tiago, itu.
Baginya, Islam dan semua agama mengajarkan kebaikan. Sebagai manusia, berbuat baik adalah kewajiban. Tanpa memandang agama, warna kulit, dan lainnya.
”Sekarang saya memulai perjalanan baru. Sebelum saya mualaf, orang-orang muslim memperlakukan saya sangat baik. Sekarang saya sendiri sebagai muslim tentu akan melakukan hal serupa,” tuturnya.
Ingin Umrah Lagi

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
