
Jakmania menyalakan suar (flare) saat mendukung klub kebanggaan mereka Persija Jakarta dalam laga uji coba melawan Rans Nusantara FC di Stadion Wibawa Mukti. (ANTARA)
JawaPos.com — Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, menyampaikan sambutan hangat kepada suporter Persebaya Surabaya, Bonek, jelang laga Liga 1 antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (12/4/2025) di Jakarta.
Ia mengungkapkan komunikasi dengan pihak Bonek telah dilakukan untuk memastikan pertandingan berjalan lancar.
Diky menjelaskan Jakmania selaku tuan rumah telah menyiapkan sejumlah hal untuk menyambut Bonek yang hadir mendukung Persebaya Surabaya.
“Kalau komunikasi pasti ada ya. Kami juga menyiapkan beberapa hal berkaitan dengan teman-teman bonek yang hadir. Karena ada larangan atau tidak ada larangan, kami juga sebagai Jakmania tuan rumah main di Jakarta. Lawan (PSS) Sleman teman teman Sleman datang, lawan (Persita) Tangerang teman-teman (Tangerang) datang, lawan Solo juga teman-teman Solo juga pada hadir,” ujarnya Kamis (10/4/2025) dikutip dari Antara.
Menurut Diky, kehadiran suporter tandang bukanlah hal baru bagi Jakmania meski ada regulasi larangan dari PSSI. Ia menyebut momen ini sebagai uji coba mitigasi untuk menyambut musim depan saat larangan suporter away kemungkinan dicabut.
PSSI memang memberlakukan larangan suporter tandang sejak musim 2023/2024 sebagai respons atas Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
Regulasi ini bertujuan meningkatkan keamanan, namun praktiknya masih sering dilanggar oleh suporter yang nekat melakukan tur tandang.
Sebagai contoh, pada pertemuan sebelumnya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, November 2024, sejumlah suporter Persija tetap hadir mendukung timnya.
Menariknya, tidak ada keributan antara Jakmania dan Bonek saat itu, meski kedua klub tetap kena denda dari Komite Disiplin PSSI.
Diky menegaskan Jakmania ingin menjadikan laga akhir pekan ini sebagai bukti suporter bisa berdampingan dengan damai.
“Jadi kami memang menerima teman-teman. Karena memang sudah waktunya kami melakukan mitigasi untuk persiapan musim depan ketika larangan away itu dicabut. Jadi mitigasi ini percobaan lah,” imbuhnya.
“Jadi kami harus uji coba secara teknis seperti apa situasinya dan bagaimana caranya biar ketika musim depan sudah dibuka keran larangan (penonton) away-nya itu, maka semua sudah berjalan lancar.”
Langkah Jakmania ini pun menuai perhatian karena bisa menjadi tonggak baru dalam hubungan antar suporter di Indonesia. Jika berhasil, laga Persija vs Persebaya Surabaya bisa jadi contoh rivalitas tak harus berujung konflik.
Tragedi Kanjuruhan memang meninggalkan trauma mendalam bagi sepak bola Indonesia, membuat regulasi ketat diberlakukan.
Namun, semangat Jakmania dan Bonek untuk tetap mendukung tim kesayangan menunjukkan kultur suporter sulit dibendung.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
