
Aksi Rizky Ridho saat meladeni permainan Timnas Bahrain, Selasa (25/3/2025). (Instagram @rizkyridhoramadhani)
JawaPos.com — Performa impresif Rizky Ridho bersama Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan. Bek tengah milik Persija Jakarta itu mendapat banyak dukungan untuk berkarier di Eropa.
Ridho menunjukkan determinasi luar biasa saat membela Garuda di berbagai laga. Bahkan, ia tetap memaksa bermain meski mengalami kram dan rela turun sebagai striker demi tim.
Kegigihan Ridho ini mengundang apresiasi dari rekan-rekan setimnya. Beberapa pemain naturalisasi seperti Thom Haye dan Joey Pelupessy bahkan turut mendukungnya merantau ke Eropa.
Selain Ridho, dua mantan bintang Persebaya Surabaya lainnya juga tampil gemilang bersama Timnas. Marselino Ferdinan dan Ricky Kambuaya terus menjadi pilar utama dalam skema permainan Patrick Kluivert.
Marselino semakin matang sebagai gelandang serang. Kreativitas dan visi bermainnya membuat lini tengah Timnas lebih hidup dalam setiap pertandingan.
Sementara itu, Kambuaya tetap menunjukkan performa stabil. Kemampuannya mengalirkan bola dan membantu serangan membuatnya tak tergantikan di lini tengah.
Eks pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, turut menyoroti performa ketiga pemain ini. Ia menilai mereka sudah berkembang pesat sejak masih berseragam Green Force.
Aji meyakini ketiga pemain ini berpotensi besar untuk berkarier di luar negeri. Namun, ia menyarankan agar Ridho dan Kambuaya tidak terburu-buru langsung ke Eropa.
“Kalau sukses di Thailand baru ke negara lain,” ungkap Aji Santoso.
Menurutnya, langkah terbaik bagi mereka adalah mencoba peruntungan di Liga Thailand lebih dulu. Jika mampu bermain reguler dan menjadi pemain penting, barulah mereka bisa naik level ke kompetisi yang lebih tinggi.
“Jadi pemain penting,” cetus Aji Santoso dilansir dari Koran Jawa Pos.
Liga Thailand saat ini memiliki kualitas yang cukup baik. Banyak pemain Asia yang menggunakan liga tersebut sebagai batu loncatan sebelum hijrah ke Eropa atau Jepang.
Aji menegaskan bermain di luar negeri bukan sekadar gengsi. Yang lebih penting adalah mendapatkan menit bermain yang cukup agar terus berkembang.
Jika hanya duduk di bangku cadangan di Eropa, perkembangan mereka bisa terhambat. Hal ini yang harus dipikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, Aji juga berpesan agar ketiga pemain ini terus meningkatkan kualitas individu. Mereka harus terus mempelajari sepak bola modern dan perkembangan taktik di level internasional.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
