Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 18.31 WIB

Oktafianus Fernando Dituntun Mohammed Rashid dan Toni Firmansyah Keluar Stadion Usai Gagal Cetak Gol Buat Persebaya Surabaya

 

Oktafianus Fernando (tengah) ditemani rekan-rekannya usai Persebaya Surabaya bermain imbang kontra PSIS Semarang. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah laga berakhir imbang 1-1 di pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Gol penyama kedudukan Septian David Maulana di menit 90+4 menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata.

Hasil ini membuat Persebaya Surabaya gagal naik ke peringkat kedua klasemen sementara Liga 1. Dengan raihan 48 poin, Persebaya Surabaya tertahan di posisi ketiga, selisih dua poin dari Dewa United.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengaku kecewa dengan hasil ini. Timnya sebenarnya punya banyak peluang untuk mengunci kemenangan. Menurut Munster, Persebaya Surabaya bermain sangat baik dan seharusnya bisa mencetak gol kedua.

“Ya, babak pertama kami unggul 1-0, tapi saya tahu keunggulan itu belum cukup di Liga Indonesia. Babak kedua kami berusaha mencetak gol kedua, tapi pada akhirnya malah kebobolan di menit akhir,” kata Munster.

Munster menyoroti transisi cepat PSIS Semarang yang menghasilkan sepak pojok di menit akhir. Dalam situasi itu, Persebaya Surabaya kehilangan fokus dan gagal mengantisipasi bola dengan baik.

“Sepak pojok yang begitu cepat, dan ada dua sampai tiga situasi di mana kami seharusnya memenangkan bola. Tapi kami tidak melakukannya, dan mereka mencetak gol,” tambah Munster.

Dia juga menyayangkan peluang emas Persebaya Surabaya di penghujung laga yang tak berbuah gol. Jika peluang tersebut menjadi gol, pertandingan bisa berakhir dengan kemenangan.

“Kami semua kecewa, tapi kami support Ofan. Jangan salahkan dia, karena ini adalah bagian dari sepak bola,” tegas Munster.

Oktafianus Fernando menjadi sorotan setelah gagal memanfaatkan peluang emas yang bisa memastikan kemenangan Persebaya Surabaya. Kesalahan itu membuatnya tampak sangat terpukul usai pertandingan.

Ofan bahkan terlihat harus dituntun keluar stadion oleh Mohammed Rashid dan Toni Firmansyah. Wajahnya terlihat murung dan penuh penyesalan.

Pemain berusia 31 tahun itu tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah pertandingan. Dia mengaku siap bertanggung jawab atas hasil imbang tersebut.

“Ya, saya harus ambil tanggung jawab ini. Saya siap disalahkan untuk pertandingan ini,” kata Ofan dengan nada lirih.

Dia juga menegaskan tidak ada masalah dengan performa tim secara keseluruhan. Kesalahan yang terjadi murni karena kegagalannya mengeksekusi peluang.

“Tim bermain bagus, dan saya yang melakukan kesalahan. Jadi saya siap menanggung semua konsekuensinya,” ujar Ofan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore