Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 17.46 WIB

Nostalgia Pembantaian PSIS Semarang 4-0 di Magelang, Warisan Abadi Bejo Sugiantoro di Persebaya Surabaya

Ilustrasi: Persebaya Surabaya merayakan kemenangan. (Istimewa)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya pernah mencatatkan kemenangan bersejarah di Liga 1 saat menghancurkan PSIS Semarang dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini terjadi dalam laga tandang di Stadion dr. H. Moch Soebroto, Magelang, pada 20 September 2019.

Dua dari empat gol Green Force lahir lewat sundulan Otavio Dutra dan sepakan David da Silva. Keduanya menerima umpan matang dari pemain anyar Diogo Campos Gomes yang tampil brilian di pertandingan itu.

Diogo Campos tak hanya berperan sebagai kreator serangan, tetapi juga mencatatkan namanya di papan skor. Gol indahnya lewat tendangan bebas pada menit ke-49 menjadi momen yang sulit dilupakan.

Pesta gol Persebaya Surabaya disempurnakan oleh Osvaldo Haay lewat tembakan akuratnya di menit ke-65. Hasil ini membawa Green Force meroket ke posisi keempat klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2019 dengan 29 poin.

Asisten pelatih Persebaya Surabaya saat itu, Bejo Sugiantoro, memuji kerja keras anak asuhnya sepanjang pertandingan. Menurutnya, strategi yang dirancang selama di Surabaya berhasil diterapkan dengan sempurna di lapangan.

“Saya apresiasi para pemain karena kami bisa curi poin di kandang PSIS. Saya sangat respek dengan pemain karena mau kerja keras maksimal menerjemahkan strategi dan rencana tim pelatih. Apa yang kami rencanakan sejak dari Surabaya bisa nampak di lapangan tadi,” ujar mendiang Bejo Sugiantoro kala itu.

Bejo juga mengungkap kunci sukses adaptasi cepat Diogo Campos di skuad Persebaya Surabaya. Kehadiran dua pemain asal Brasil, Otavio Dutra dan David da Silva, menjadi faktor pendukung utama.

“Diogo Campos cukup terbantu dengan Otavio Dutra dan David da Silva yang berasal dari Brazil. Ditambah pemain-pemain lain yang menerimanya dengan tangan terbuka. Selain itu, rahasianya, bahasa sepak bola itu universal,” ujar Bejo seraya tersenyum dalam sesi jumpa pers usai laga.

Pernyataan itu menunjukkan bagaimana chemistry antar pemain terbangun dengan baik.

Meski meraih kemenangan besar, Bejo menegaskan evaluasi tetap diperlukan. Persebaya Surabaya saat itu sudah dinanti laga berat menghadapi Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo.

Enam tahun berlalu, kenangan manis itu kembali teringat jelang duel Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang. Kali ini, laga digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Sayangnya, sosok Bejo Sugiantoro yang turut andil dalam kemenangan bersejarah tersebut kini telah berpulang. Legenda Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia ini wafat pada 25 Februari 2025 di Surabaya.

Bagi Bonek dan Bonita, warisan Bejo tetap hidup lewat dedikasi dan cinta untuk Persebaya Surabaya. Kenangan tentang kontribusi besarnya akan selalu terpatri di hati para pendukung Green Force.

Persebaya Surabaya kini memburu kemenangan ketiga beruntun di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Sebelumnya, mereka sukses menundukkan Persib Bandung dan PSM Makassar.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore