Paul Munster. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar sebelum laga melawan PSM Makassar di pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi stadion yang dianggap tidak layak.
Green Force saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Liga 1 setelah meraih kemenangan telak 4-1 atas Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo. Sementara itu, PSM Makassar datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membungkam Madura United 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan.
Namun, persiapan Persebaya Surabaya menuju laga ini terganggu oleh kondisi stadion yang buruk. Paul Munster menyebut lingkungan stadion tidak mendukung kelayakan sebuah pertandingan profesional.
Dalam konferensi pers pada Kamis (6/3/2025), Munster mengungkapkan ketidakpuasannya dengan situasi yang dihadapi timnya. "Persiapan Persebaya Surabaya Bagus. Saya tahu situasi di sini. Saya sangat terkejut. Kami bermain di sini dan ketika kami tiba, kami berada di dalam bus menunggu dan kemudian kami tiba di sini dan tempat ini belum siap," ujarnya.
Pelatih asal Irlandia Utara itu menyoroti fasilitas yang tidak memadai, termasuk tidak adanya AC di ruang ganti. Ia bahkan menyebut pemainnya terpaksa berganti pakaian di lapangan karena ruang ganti tidak bisa digunakan.
“Tidak ada AC, udaranya menjijikkan. Para pemain tidak dapat berganti pakaian di ruang ganti. Kami berganti pakaian di lapangan. Lingkungan, kesehatan, dan keselamatan. Anda melihat saya sekarang,” tegas Paul Munster.
Selain itu, Munster geram dengan banyaknya rokok yang berceceran di area stadion. Asap rokok yang memenuhi udara semakin memperburuk situasi, membuat timnya merasa tidak nyaman.
"Sulit bernapas di dalam. Tidak ada AC. Uh rokok, rokok, tepat sebelum Anda keluar ke lapangan. Masih dalam renovasi. Dan ini memalukan bahwa kami dibawa ke sini untuk bermain. Ini memalukan," kata Munster dengan nada kesal.
Ia menilai kondisi tersebut berbahaya bagi kesehatan para pemain. Menurutnya, stadion yang masih dalam tahap renovasi seharusnya tidak digunakan untuk pertandingan resmi.
"Siapa yang bilang kami bermain di sini? Perlu penyelidikan besar karena ini untuk kesehatan dan keselamatan juga bagi para pemain," tegasnya.
Munster menegaskan pertandingan ini seharusnya dibatalkan atau dipindahkan ke tempat lain. Ia menyebut Bali sebagai salah satu opsi yang lebih layak untuk menggelar laga ini.
"Jelas, saya tidak percaya kami bermain di sini besok. Pertandingan ini harus dibatalkan. Kami seharusnya bermain di Bali atau tempat lain. Jadi, Anda tahu, kami ingin Indonesia menjadi lebih baik tetapi lihat situasinya masih sama. Ini memalukan. Ini Liga 3 atau Liga 4. Ini stadion Liga 4," kata Munster dengan nada kecewa.
Pelatih berusia 42 tahun itu pesimistis akan ada perubahan signifikan dalam waktu dekat. Ia merasa pihak berwenang tidak akan mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi ini.
"Ini memalukan. Tapi tidak akan terjadi apa-apa. Saya tahu itu. Siapa yang akan membuktikan ini? Ya. Siapa yang akan membuktikan?" ujarnya dengan nada sinis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
