Cassio Francisco de Jesus meninggal dunia karena sakit anemia aplastik. (Instagram @cassiof89)
JawaPos.com – Mantan pemain Semen Padang Cassio de Jesus berpulang setelah berjuang sembuh dari penyakit yang dideritanya beberapa waktu terakhir di Thailand. Bek tangguh ini menghadapi penyakit bernama Aplastik Anemia yang secara drastis menurunkan produksi sel darah.
Bek asal Brasil ini cukup kenyang berada di sepak bola Asia. Sejak musim 2016, ia telah mencicipi ketatnya kompetisi di Indonesia. Total 8 tahun ia menjalani karirnya di sepak bola Asia. Bahkan dirinya pernah tampil menghadapi Neymar di Copa do Brasil 2010 silam saat masih berseragam Guarani.
Dilansir Transfermarkt, Cassio de Jesus merupakan pemain jebolan Guarani B pada tahun 2009 lalu. Dirinya selama 6 musim berada di Brasil dengan mencoba peruntungan memperkuat sejumlah tim di Negeri Samba.
Guarani, Concordia, Sao Carlos, Flamengo SP pernah ia perkuat selama 6 musim. Tercatat dirinya tampil pada dua ajang bernama Campeonato Paulista dan Copa do Brasil. Saat bermain untuk Guarani, Cassio pernah bertanding menghadapi Neymar yang saat itu masih berseragam Santos FC di ajang Copa do Brasil.
Setelah mengakhiri kontrak di Flamengo SP, dirinya berlabuh ke salah satu klub Liga Indonesia yaitu Semen Padang. Pada 2016, Cassio bergabung ke Semen Padang selama 2 musim pada dua ajang berbeda yaitu Torabika Soccer Championship 2016 dan Liga 1 2017. Tercatat dirinya tampil sebanyak 43 laga bersama Kabau Sirah pada dua musim itu.
Namun Cassio tak mampu menyelamatkan Semen Padang dari zona degradasi di Liga 1 2017 lalu. Pada akhirnya, Semen Padang melepas bek asing asal Brasil itu. Kala itu Liga 2 belum terdapat regulasi dapat diperkuat pemain asing sehingga Cassio harus hengkang dari Kota Minang tersebut.
Cassio de Jesus bergabung ke klub negara serumpun dengan Indonesia yaitu Kelantan FC. Ia tampil di ajang Malaysia Super League 2018 selama semusim. Cassio hanya tampil sebanyak 12 laga di Liga Malaysia itu dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Pada awal musim Liga 1 2019, Cassio merapat ke Barito Putera, sekaligus tim terakhir di Indonesia hingga 2021. Bersama Barito Putera, ia mencatatkan 27 penampilan dan mampu mengemas 2 gol dan 1 assist. Bermain di Liga 1 musim 2021/2022, Cassio hanya bertahan setengah musim saja. Ia akhirnya bergabung ke klub di luar ASEAN.
Klub luar ASEAN bagi Cassio de Jesus adalah Hongkong Rangers. Ia bermain di Liga Premier Hongkong selama semusim. Kontrak dari Cassio pun habis pada akhir musim itu yang membuatnya harus segera mencari klub baru.
Pada 9 Juli 2024, klub asal Thailand yaitu Navy FC meminang Cassio de Jesus. Ini sekaligus klub terakhir yang ia bela. Sebelum wafat, Cassio de Jesus masih menjadi bagian skuad ini. Pada November 2024 lalu, ia masih tampil membela klub yang berkompetisi di Liga kasta 3 Thailand itu.
Lalu pada Desember 2024, Cassio de Jesus melalui postingan Instagramnya (31/12/24) memberitahukan kondisinya yang berjuang sembuh dari penyakit aplastik anemia. Sebelum pada akhirnya mengakhiri karir sepak bolanya untuk selamanya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
