Rizky Dwi Pangestu saat merayakan selebrasinya usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Hendro Kartiko adalah legenda yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Mantan kiper andalan Timnas Indonesia ini pernah membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara Liga Indonesia 2004.
Lahir di Banyuwangi pada 24 April 1973. Hendro dikenal dengan kepala plontos dan refleks luar biasa. Gayanya yang tenang di bawah mistar membuatnya dijuluki "Fabien Barthez Indonesia" oleh pecinta sepak bola.
Karier Hendro bersama Timnas Indonesia dimulai pada tahun 1996. Kariernya berakhir pada 2007. Selama 11 tahun, ia menjadi pilar penting dalam berbagai ajang internasional seperti Piala Asia 1996 dan Piala Asia 2000.
Di Piala Asia 2000, Hendro tampil gemilang dan mencuri perhatian dunia. AFC bahkan menempatkannya di tim bintang Asia sebagai kiper utama, sebuah prestasi langka bagi pemain Indonesia.
Selain bersinar di level internasional, Hendro juga mencatatkan banyak kesuksesan di liga domestik. Puncak kariernya terjadi saat membawa Persebaya Surabaya menjadi juara Liga Indonesia 2004. Momen itu tak terlupakan bagi Bonek dan Bonita.
Sebelum berseragam Persebaya Surabaya, Hendro sempat memperkuat sejumlah klub besar. Ia bermain untuk Persid Jember, Mitra Surabaya, dan PSM Makassar. Ia juga bermain untuk PSPS Pekanbaru, Arema Malang, Sriwijaya FC, serta tiga periode bersama Persija Jakarta.
Total, Hendro Kartiko menghabiskan 17 tahun berkarier sebagai pemain sepak bola profesional. Setelah gantung sepatu, ia melanjutkan perjalanan di dunia sepak bola sebagai pelatih kiper.
Sebagai pelatih, Hendro dikenal cerdas dan berdedikasi dalam membina penjaga gawang muda. Ia pernah menjadi pelatih kiper di klub-klub besar seperti Arema FC dan Pelita Jaya.
Saat ini, Hendro menjabat sebagai pelatih kiper Persija Jakarta sejak Juli 2024. Perannya sangat penting dalam mempersiapkan kiper-kiper tangguh untuk bersaing di Liga 1 musim ini.
Meskipun kini membela Persija, Hendro tak bisa melepaskan ikatan emosionalnya dengan Persebaya Surabaya. Sebagai mantan juara bersama Green Force, jejaknya tetap melekat dalam sejarah klub.
Karakter kompetitif Hendro kini ditularkan kepada kiper-kiper muda Persija. Semangat dan pengalamannya menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas.
Di Timnas Indonesia, Hendro Kartiko adalah sosok yang tak tergantikan selama lebih dari satu dekade. Ia tampil dalam delapan laga Piala Asia, termasuk edisi 2007 saat Indonesia menjadi tuan rumah bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Pada Piala Asia 2007, Hendro bermain bersama nama-nama besar seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan. Meski Indonesia gagal lolos dari fase grup, penampilan Hendro tetap dikenang.
Kini, estafet trah Blambangan diteruskan oleh Rizky Dwi Pangestu di Persebaya Surabaya. Pemain kelahiran Banyuwangi ini siap menorehkan sejarah baru bersama Green Force.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
