Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 00.16 WIB

Sepak Bola Indonesia Berduka: Mengenang Perjalanan Bejo Sugiantoro, Legenda Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia

Bejo Sugiantoro, Legenda Persebaya dan Timnas Indonesia. (@officialpersebaya) - Image

Bejo Sugiantoro, Legenda Persebaya dan Timnas Indonesia. (@officialpersebaya)

JawaPos.com- Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu legenda terbaiknya. Bejo Sugiantoro, mantan libero Timnas Indonesia dan ikon Persebaya Surabaya, meninggal dunia pada Selasa (25/2) sore saat bermain bola di Lapangan SIER, Surabaya. Kepergiannya yang mendadak pada usia 47 tahun mengejutkan banyak pihak, terutama insan sepak bola Tanah Air.

Bejo Sugiantoro lahir pada 2 April 1977 di Sidoarjo dan merupakan bagian dari program Primavera PSSI 1993-1994. Kariernya bersinar bersama Persebaya Surabaya, klub yang dibelanya dalam dua periode (1994-2003 dan 2004-2008). Bersama Bajul Ijo, Bejo berperan besar dalam dua gelar Divisi Utama Liga Indonesia (1996-1997, 2004) serta membawa Persebaya juara Divisi 1 pada 2006 setelah sempat terdegradasi.

Di level tim nasional, Bejo mencatatkan 45 caps dan menyumbangkan dua gol untuk Indonesia dalam rentang 1997 hingga 2004. Ia turut serta dalam berbagai turnamen bergengsi, termasuk SEA Games, di mana ia menyumbangkan medali perak (1997) dan medali perunggu (1999). Salah satu pencapaiannya yang paling dikenang adalah membawa Indonesia menjadi juara Piala Kemerdekaan 2000.

Setelah pensiun sebagai pemain, Bejo melanjutkan kiprahnya di sepak bola dengan menjadi pelatih. Karier kepelatihannya dimulai di Persik Kediri pada 2017, sebelum bergabung sebagai asisten pelatih Persebaya hingga 2018. Bejo juga sempat menjadi caretaker Bajul Ijo pada 2019. Terakhir, ia menjabat sebagai pelatih kepala Deltras FC di Liga 2 2024/2025.

Selain itu, di luar lapangan hijau, Bejo adalah sosok yang cermat dalam mengelola keuangan. Berbekal pengalaman masa kecil yang sulit, ia memastikan masa depan yang mapan dengan merintis usaha persewaan kontainer. Dorongan dari ayah mertuanya membantunya memahami pentingnya memiliki bisnis di luar karier sepak bola, sebuah langkah yang menjadikannya contoh sukses bagi pesepak bola lain dalam mengatur keuangan.

Kepergian Bejo Sugiantoro terjadi saat ia bermain fun football di Lapangan SIER, Surabaya. Dalam pertandingan tersebut, Bejo tiba-tiba kolaps dan langsung mendapatkan pertolongan dari rekan-rekannya. Ia sempat sadar dan dilarikan ke RS Royal Surabaya, namun takdir berkata lain, dan ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.

Corporate Secretary PT. SIER, Jefri Ikhwan, mengonfirmasi insiden ini terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Rekan-rekan Bejo di lapangan segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Kini, Bejo Sugiantoro meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia. Ia bukan hanya seorang pemain berbakat, tetapi juga figur inspiratif bagi banyak generasi. Putranya, Rachmat Irianto, meneruskan jejak sang ayah sebagai pesepak bola profesional dan saat ini bermain untuk Persib Bandung.

Bejo meninggalkan warisan besar bagi Persebaya, Timnas Indonesia, dan sepak bola nasional. Nama dan dedikasinya akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Lapangan hijau yang telah membesarkan namanya juga menjadi tempat di mana ia menghembuskan napas terakhirnya, sebuah simbol kecintaannya yang mendalam pada dunia sepak bola.

Selamat jalan, Bejo Sugiantoro. Legenda tak pernah mati.

 
Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore