Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 20.13 WIB

Legenda Persebaya Surabaya Mat Halil Berduka, Kenang Sosok Bejo Sugiantoro yang Bisa Ngemong Pemain Muda Masa Depan Indonesia

Bejo Sugiantoro semasa hidup saat mendampingi Deltras FC. (Dok. Deltras FC) - Image

Bejo Sugiantoro semasa hidup saat mendampingi Deltras FC. (Dok. Deltras FC)

JawaPos.com — Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Bejo Sugiantoro, legenda Persebaya Surabaya, menghembuskan napas terakhir saat beraktivitas dalam agenda sepak bola rutin Untag Rosita di Lapangan Sier, Surabaya, Selasa (25/2/2025).

Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga besar Persebaya Surabaya. Sosok Bejo dikenal bukan hanya sebagai pemain legendaris, tetapi juga pelatih yang dicintai.

Mat Halil, mantan pemain Persebaya Surabaya sekaligus sahabat dekat Bejo, turut mengungkapkan kesedihannya. Ia menyampaikan kronologi meninggalnya Bejo pada Rabu (26/2/2025) pagi di TPU Geluran, Sidoarjo.

"Bejo sangat bisa ngemong anak-anak muda yang baru muncul," ujar Mat Halil dengan suara bergetar. Menurutnya, Bejo adalah figur pemimpin yang selalu memperjuangkan hak rekan-rekannya.

Mat Halil mengaku sempat tidak percaya saat mendengar kabar duka tersebut. Ia bahkan sempat memastikan kembali informasi itu kepada pihak klub.

"Saya tanya di klub, Sugiantoro yang mana, Bejo coach. Akhirnya banyak yang kaget dan bertanya juga," tambah Mat Halil.

Kenangan tentang Bejo Sugiantoro begitu membekas di hati Mat Halil. Salah satu kalimat yang selalu diingatnya adalah prinsip Bejo dalam memilih pemain.

"Jangan memilih pemain atas dasar uang," kenang Mat Halil menirukan pesan Bejo. "Pilihlah sesuai dengan kehendak kita, pilih yang terbaik, jangan ada titipan," tegasnya.

Sebagai pelatih, Bejo dikenal sangat dekat dengan pemain muda. Ia selalu berusaha membimbing dan memberikan nasihat yang membangun.

Gaya kepelatihannya yang hangat membuat banyak pemain merasa nyaman. Tak heran jika kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan pemain muda Persebaya Surabaya.

Perjalanan karier Bejo Sugiantoro di Persebaya Surabaya penuh dengan dedikasi. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai bek tangguh yang menjadi tembok kokoh di lini belakang.

Usai pensiun, Bejo melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih. Di Persebaya Surabaya, ia sempat menjadi mentor bagi talenta-talenta muda, seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, dan Koko Ari.

Bagi Mat Halil, Bejo adalah sosok yang tak tergantikan. Kedekatan mereka terjalin sejak masih aktif bermain hingga sama-sama terjun ke dunia kepelatihan.

Pesan-pesan Bejo tentang kejujuran dan integritas selalu menjadi pedoman. Itulah yang membuat banyak pemain muda menjadikannya panutan.

Kepergian Bejo menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Surabaya. Sosoknya yang rendah hati dan peduli sulit ditemukan di era sekarang.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore