
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius. (PSIS Semarang)
JawaPos.com - Hasil imbang yang diraih oleh PSIS Semarang ketika menjamu PSM Makassar memang gagal menuntaskan dahaga kemenangan Laskar Mahesa Jenar. Satu poin yang diraih oleh Alfeandra Dewangga dan kolega memperpanjang tren buruk PSIS ketika bertanding di Stadion Jatidiri, Semarang.
Terakhir kali PSIS Semarang meraih kemenangan adalah ketika melawat ke markas PSBS Biak dengan skor 3-1. Selebihnya mereka harus takluk dari Dewa United dan Persib Bandung di pekan-pekan berikutnya.
Dilansir dari Liga Indonesia Baru, skor 1-1 yang bertahan sampai peluit dibunyikan nampaknya tetap mendapat apresiasi dari pelatih Gilbert Agius. Pelatih berusia 50 tahun itu mensyukuri raihan 1 poin dari PSM Makassar kendati hasil tersebut membuat skuadnya kian terancam masuk ke jurang degradasi.
Menurut Gilbert, PSIS memang tampil kurang maksimal dalam mempertahankan keunggulan sehingga harus mendapat "hukuman" dari gol Yuran Fernandes sebagai penyama kedudukan.
"Saya pikir kami tampil kurang maksimal dan solid di lini pertahanan. Di babak pertama, kami bahkan sempat kebobolan dari situasi bola mati. Walaupun gol tersebut dianulir tapi itu jadi peringatan bagi kami. Selain itu, kami tidak beruntung sehingga harus dihukum penalti oleh wasit. Tetapi saya memuji performa Syahrul Trisna yang tampil brilian di bawah mistar gawang kami sepanjang pertandingan" ujar pelatih berkebangsaan Malta itu.
"Kami mengakui bahwa kami memang tampil buruk dibanding tim lawan. Tapi kami tetap bisa meraih poin dan hasil satu poin pun tetap kami syukuri untuk menatap laga selanjutnya" tutup Gilbert Agius mengomentari sulitnya mendulang poin penuh dari pertandingan terakhir PSIS Semarang.
PSIS Semarang bakal bertandang ke markas Arema FC pada Senin (24/2) di pekan ke-24. PSIS sudah menjalani "jatah" laga kandang sebanyak 3 kali berturut-turut. Target 3 poin kandas begitu saja karena PSIS seolah tak kuasa membendung keperkasaan tamu-tamunya.
PSIS menjalani kandang pertama pada pekan ke-21 melawan Dewa United dengan skor yang berkesudahan 4-1 untuk Tangsel Warriors. Lalu, PSIS juga mati kutu menghadapi 10 pemain Persib Bandung pada pekan ke-22 dengan skor 1-0.
Nestapa yang dialami Gali Freitas dkk tambah berat setelah manajemen PSIS memutuskan ketiga laga kandang tersebut tidak untuk dibuka bagi pendukung PSIS Semarang. Tanpa dukungan suporter, PSIS semakin berat perjalanannya untuk bisa lepas dari bayang-bayang degradasi.
Selanjutnya, PSIS akan menghabiskan tiga pekan berikutnya sebagai tim tamu melawan Arema FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
