Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 17.28 WIB

Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius Tetap Mensyukuri Hasil Imbang Kontra PSM Makassar di Liga 1 Indonesia

Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius. (PSIS Semarang) - Image

Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius. (PSIS Semarang)

JawaPos.com - Hasil imbang yang diraih oleh PSIS Semarang ketika menjamu PSM Makassar memang gagal menuntaskan dahaga kemenangan Laskar Mahesa Jenar. Satu poin yang diraih oleh Alfeandra Dewangga dan kolega memperpanjang tren buruk PSIS ketika bertanding di Stadion Jatidiri, Semarang.

Terakhir kali PSIS Semarang meraih kemenangan adalah ketika melawat ke markas PSBS Biak dengan skor 3-1. Selebihnya mereka harus takluk dari Dewa United dan Persib Bandung di pekan-pekan berikutnya.

Dilansir dari Liga Indonesia Baru, skor 1-1 yang bertahan sampai peluit dibunyikan nampaknya tetap mendapat apresiasi dari pelatih Gilbert Agius. Pelatih berusia 50 tahun itu mensyukuri raihan 1 poin dari PSM Makassar kendati hasil tersebut membuat skuadnya kian terancam masuk ke jurang degradasi.

Menurut Gilbert, PSIS memang tampil kurang maksimal dalam mempertahankan keunggulan sehingga harus mendapat "hukuman" dari gol Yuran Fernandes sebagai penyama kedudukan.

"Saya pikir kami tampil kurang maksimal dan solid di lini pertahanan. Di babak pertama, kami bahkan sempat kebobolan dari situasi bola mati. Walaupun gol tersebut dianulir tapi itu jadi peringatan bagi kami. Selain itu, kami tidak beruntung sehingga harus dihukum penalti oleh wasit. Tetapi saya memuji performa Syahrul Trisna yang tampil brilian di bawah mistar gawang kami sepanjang pertandingan" ujar pelatih berkebangsaan Malta itu.

"Kami mengakui bahwa kami memang tampil buruk dibanding tim lawan. Tapi kami tetap bisa meraih poin dan hasil satu poin pun tetap kami syukuri untuk menatap laga selanjutnya" tutup Gilbert Agius mengomentari sulitnya mendulang poin penuh dari pertandingan terakhir PSIS Semarang.

PSIS Semarang bakal bertandang ke markas Arema FC pada Senin (24/2) di pekan ke-24. PSIS sudah menjalani "jatah" laga kandang sebanyak 3 kali berturut-turut. Target 3 poin kandas begitu saja karena PSIS seolah tak kuasa membendung keperkasaan tamu-tamunya.

PSIS menjalani kandang pertama pada pekan ke-21 melawan Dewa United dengan skor yang berkesudahan 4-1 untuk Tangsel Warriors. Lalu, PSIS juga mati kutu menghadapi 10 pemain Persib Bandung pada pekan ke-22 dengan skor 1-0.

Nestapa yang dialami Gali Freitas dkk tambah berat setelah manajemen PSIS memutuskan ketiga laga kandang tersebut tidak untuk dibuka bagi pendukung PSIS Semarang. Tanpa dukungan suporter, PSIS semakin berat perjalanannya untuk bisa lepas dari bayang-bayang degradasi.

Selanjutnya, PSIS akan menghabiskan tiga pekan berikutnya sebagai tim tamu melawan Arema FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore