Kondisi locker room yang rusak di Stadion Kaharuddin Nasution usai pertandingan PSPS Riau kontra Persiraja Aceh. (Instagram @bertuahbless)
JawaPos.com - Insiden yang terjadi setelah pertandingan antara PSPS Pekanbaru dan Persiraja Banda Aceh kembali menjadi sorotan. Bukan karena jalannya laga, melainkan akibat kerusakan di locker room Stadion Kaharuddin Nasution yang diduga terjadi seusai digunakan oleh tim tamu, Persiraja Banda Aceh.
Locker Room PSPS Pekanbaru Rusak Parah
Setelah pertandingan yang berlangsung pada Selasa (11/2) dalam lanjutan babak 8 Besar Liga 2 Indonesia 2024/2025. Beredar di media sosial gambar dan video memperlihatkan kerusakan parah pada ruang ganti PSPS Pekanbaru. Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun fans base tim, @bertuahbless, yang menampilkan kondisi toilet yang hancur serta pintu locker room yang engselnya terlepas.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut serta motif di balik kerusakan fasilitas tersebut. Namun, mengingat ruang ganti itu terakhir kali digunakan oleh pemain dan ofisial Persiraja Banda Aceh, banyak pihak yang menuntut klarifikasi dari klub asal Aceh tersebut.
Sindiran Tajam dari Suporter PSPS Pekanbaru
Kerusakan ini langsung mendapat reaksi keras dari suporter PSPS Pekanbaru, Asykar Theking, yang mempertanyakan sportivitas dari tim lawan. Dalam unggahan yang beredar, mereka menyoroti bagaimana tindakan tersebut mencoreng semangat fair play dalam sepak bola Indonesia.
Akun @bertuahbless menuliskan pernyataan tegas:
"Aksi tidak terpuji dilakukan oleh ofisial tim Persiraja Banda Aceh setelah kekalahan mereka dari PSPS Pekanbaru di Stadion Rumbai. Ruang ganti pemain ditemukan dalam kondisi rusak parah, dengan toilet hancur dan beberapa fasilitas lainnya mengalami kerusakan."
Lebih lanjut, mereka juga menuntut pertanggungjawaban dari pihak Persiraja Banda Aceh serta meminta adanya sanksi tegas untuk tindakan yang dianggap tidak profesional ini.
"Persiraja harus bertanggung jawab dan segera memberi klarifikasi serta ganti rugi atas perusakan ini. Haruskah ada sanksi tegas untuk tindakan tidak profesional seperti ini?"
Tuntutan Klarifikasi dan Sanksi
Peristiwa ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pencinta sepak bola. Banyak yang mengecam tindakan tersebut dan meminta Persiraja Banda Aceh untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas stadion.
Hingga kini, pihak Persiraja Banda Aceh maupun otoritas Liga 2 belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam perusakan tersebut, bukan tidak mungkin sanksi berat akan dijatuhkan kepada tim yang bertanggung jawab.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
