Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 23.19 WIB

Locker Room PSPS Pekanbaru Rusak Seusai Dipakai Persiraja, Suporter Asykar Theking Beri Sindiran Pedas

Kondisi locker room yang rusak di Stadion Kaharuddin Nasution usai pertandingan PSPS Riau kontra Persiraja Aceh. (Instagram @bertuahbless)

 

JawaPos.com - Insiden yang terjadi setelah pertandingan antara PSPS Pekanbaru dan Persiraja Banda Aceh kembali menjadi sorotan. Bukan karena jalannya laga, melainkan akibat kerusakan di locker room Stadion Kaharuddin Nasution yang diduga terjadi seusai digunakan oleh tim tamu, Persiraja Banda Aceh.

Locker Room PSPS Pekanbaru Rusak Parah

Setelah pertandingan yang berlangsung pada Selasa (11/2) dalam lanjutan babak 8 Besar Liga 2 Indonesia 2024/2025. Beredar di media sosial gambar dan video memperlihatkan kerusakan parah pada ruang ganti PSPS Pekanbaru. Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun fans base tim, @bertuahbless, yang menampilkan kondisi toilet yang hancur serta pintu locker room yang engselnya terlepas.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut serta motif di balik kerusakan fasilitas tersebut. Namun, mengingat ruang ganti itu terakhir kali digunakan oleh pemain dan ofisial Persiraja Banda Aceh, banyak pihak yang menuntut klarifikasi dari klub asal Aceh tersebut.

Sindiran Tajam dari Suporter PSPS Pekanbaru

Kerusakan ini langsung mendapat reaksi keras dari suporter PSPS Pekanbaru, Asykar Theking, yang mempertanyakan sportivitas dari tim lawan. Dalam unggahan yang beredar, mereka menyoroti bagaimana tindakan tersebut mencoreng semangat fair play dalam sepak bola Indonesia.

Akun @bertuahbless menuliskan pernyataan tegas:

"Aksi tidak terpuji dilakukan oleh ofisial tim Persiraja Banda Aceh setelah kekalahan mereka dari PSPS Pekanbaru di Stadion Rumbai. Ruang ganti pemain ditemukan dalam kondisi rusak parah, dengan toilet hancur dan beberapa fasilitas lainnya mengalami kerusakan."

Lebih lanjut, mereka juga menuntut pertanggungjawaban dari pihak Persiraja Banda Aceh serta meminta adanya sanksi tegas untuk tindakan yang dianggap tidak profesional ini.

"Persiraja harus bertanggung jawab dan segera memberi klarifikasi serta ganti rugi atas perusakan ini. Haruskah ada sanksi tegas untuk tindakan tidak profesional seperti ini?"

Tuntutan Klarifikasi dan Sanksi

Peristiwa ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pencinta sepak bola. Banyak yang mengecam tindakan tersebut dan meminta Persiraja Banda Aceh untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas stadion.

Hingga kini, pihak Persiraja Banda Aceh maupun otoritas Liga 2 belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam perusakan tersebut, bukan tidak mungkin sanksi berat akan dijatuhkan kepada tim yang bertanggung jawab.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore