Kurniawan Dwi Yulianto saat memperkuat Persebaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu penyerang legendaris Timnas Indonesia di era 90-an hingga awal 2000-an. Ia bisa dibilang salah satu inspirasi bagi pemain-pemain sepak bola lokal yang ingin berkarier di luar negeri.
Ditempa di PSSI Primavera yang sempat melakukan training center di Italia, Kurniawan sempat merasakan bermain di klub Serie A Sampdoria, dan juga klub Liga Swiss, FC Luzerne.
Ia kemudian kembali ke Indonesia dan sempat merasakan juara Liga bersama PSM Makassar. Merasa tak puas, ia pun kemudian setuju bergabung dengan Persebaya Surabaya karena ia melihat skuad Green Force kala itu (2004) merupakan tim bertabur bintang.
"Jadi proses kepindahan saya ke Persebaya saat itu cukup cepat. Saya memang sempat mendapat tawaran dari beberapa klub termasuk Arema, dan juga Persebaya. Lalu saya mempertimbangkan untuk memilih Persebaya karena saat itu diisi pemain-pemain terbaik, baik dari pemain tim nasional, dan juga pemain asing seperti Leonardo Gutierrez, Cristian Carrasco, Danilo Fernando, serta faktor pelatih Jacksen Tiago," kisahnya seperti dikutip dari akun YouTube Emosi Jiwaku (EJ Channel).
"Dengan materi pemain seperti itu, yang menurut saya adalah ini skuad juara nih, kemudian dilatih Jacksen Tiago, serta ambisi saya untuk kembali merasakan juara Liga Indonesia seperti saat di PSM Makassar, maka saya pun setuju gabung Persebaya," imbuhnya.
Kurniawan mengakui ia begitu optimistis akan meraih gelar juara sejak datang ke Persebaya karena diisi materi pemain yang menjanjikan, dan sudah terlihat kuat saat Green Force menjalani pre-season.
"Jadi sejak pre-season atau persiapan menuju musim baru kala itu, saya sudah optimistis akan juara bersama Persebaya karena materinya lengkap lini per lini, komplet lah, bahkan hampir nggak ada perbedaan antara pemain inti dan pemain pelapis," kisahnya lagi.
Selain materi pemain bintang, mantan striker yang juga akrab dijuluki Si Kurus ini mengakui bahwa pelatih Jacksen Tiago pintar dalam menjaga kondusivitas tim, salah satu hal lain yang menjadi kunci Green Force bisa juara musim itu.
"Coach Jacksen Tiago adalah pelatih yang bisa mengerti keadaan kita, dan bisa mencairkan suasana. Jadi walaupun Persebaya waktu itu banyak diisi pemain tim nasional, namun kita waktu itu bisa menekan ego masing-masing demi kepentingan Persebaya," ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa di bagian manajemen juga memberi support yang baik terhadap para pemain, antara lain meminta mereka untuk fokus saja di lapangan, dan urusan di luar lapangan akan diurus oleh manajemen.
"Dengan begitu kita semua bisa lebih fokus di lapangan, lebih fokus latihan, lebih fokus bertanding, dan itu yang membuat kita kuat saat itu, serta energi positif selalu terlihat baik saat latihan maupun bertanding," ujar Si Kurus.
Kurniawan juga mengungkapkan bahwa ia sangat menaruh respect terhadap Bonek yang memberi support secara total bagi Green Force hingga bisa meraih juara di akhir musim 2004.
"Awalnya saya sempat khawatir karena setahu saya nih, Bonek itu kan sangat kritis, dan saya khawatir tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka, apalagi saya adalah seorang striker. Namun setelah bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan mereka, ternyata mereka sangat support, dan tidak mau ikut campur dengan urusan teknis di lapangan karena itu menjadi urusan tim pelatih," ungkapnya.
Kurniawan kala itu sukses membuktikan bahwa ia memang layak dibeli Persebaya. Selain membawa juara, ia juga sukses membukukan 11 gol. Mantan duetnya, yaitu Cristian Carrasco mengakui bahwa Si Kurus memang penyerang yang pintar.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
