Winger Persebaya Malik Risaldi sebelum melawan Barito Putera. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Mengecewakan! Itulah ungkapan singkat yang menggambarkan deretan kekalahan beruntun Persebaya di awal putaran kedua Liga 1 musim ini. Kekalahan berturut-turut yang dialami Persebaya tentu mengejutkan karena selama putaran pertama, Green Force begitu superior dan konsisten hingga sukses bertahan di puncak klasemen.
Terkini, Persebaya bahkan harus turun ke posisi tiga setelah kekalahan telak 3-0 dari Barito Putra Sabtu (25/1) lalu. Berikut adalah deretan fakta negatif Green Force setelah kehilangan poin di laga tersebut.
1. Kalah Empat Laga Beruntun
Hasil buruk dari Barito Putra menjadi kekalahan keempat beruntun Persebaya musim ini. Hal itu bahkan lebih buruk dari era Aji Santoso. Empat kekalahan beruntun ini tentu tidak dapat diterima oleh Bonek. Mereka pun mulai ramai-ramai menyerukan Munster Out karena sudah kecewa dengan performa Bruno Moreira dkk.
Hal ini tentu menjadi alarm bahaya juga bagi Paul Munster. Jika kembali meraih hasil buruk saat menghadapi Persita pekan depan, maka bukan tidak mungkin Munster harus kehilangan jabatannya sebagai pelatih Persebaya.
2. Manajemen Murka di Medsos
Pasca kekalahan dari Barito Putra, secara mengejutkan pihak manajemen yang diwakili oleh CEO Persebaya, Azrul Ananda sampai membuat pernyataan kekecewaan secara terbuka di media sosial resmi klub.
“Kami sudah tidak lagi kecewa. Kami sudah pada level menahan kemarahan. Beberapa pemain yang seharusnya menjadi leader di tim ini performanya sangat mengecewakan. Malah seolah menjadi beban. Mereka terlena. Tim ini seperti kehilangan soul-nya,” tegas Azrul Ananda.
3. Dejan Tumbas Scoreless
Penyerang yang baru didatangkan Persebaya pada paruh kedua musim ini, Dejan Tumbas kembali gagal mencetak gol pada laga menghadapi Barito Putra.
Hal ini menjadikan Tumbas mengalami scoreless di tiga pertandingan berturut-turut. Padahal ia diharapkan menjadi solusi tumpulnya ketajaman striker Persebaya.
Parahnya lagi, Green Force juga menurun produktivitas golnya. Sejak memasuki tahun 2025, mereka hanya mencetak satu gol, itu pun melalui penalti Bruno Moreira, bukan dari situasi open play.
4. Belum Menang di Tahun 2025
Empat kekalahan beruntun ini juga membuat Persebaya belum meraih satu kemenangan pun di tahun 2025. Itu berarti tim asuhan Paul Munster juga tidak meraih poin sama sekali.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
