Ma
JawaPos.com - Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin menyampaikan pandangannya yang menohok terkait kondisi sepak bola Indonesia, terutama fenomena maraknya pemain naturalisasi di Timnas. Ia mempertanyakan mengapa negara sebesar Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, masih kesulitan menemukan pemain berbakat dari tanah air sendiri.
“Masa sih dari 270 juta orang enggak ada yang hebat?” ucap Ma’ruf dalam wawancara di kanal YouTube Mahfud MD Official.
Ma’ruf menilai bahwa permasalahan ini berakar dari kurangnya pembinaan yang terstruktur dan serius terhadap talenta muda. Ia mengungkapkan pentingnya pembangunan sepak bola dimulai sejak usia dini, dengan perhatian khusus pada penguatan fisik, daya tahan, dan asupan nutrisi.
“Pembinaan atlet itu harus dari kecil. Otot-ototnya, makanannya dijaga sejak dini. Kalau tidak, daya tahannya lemah. Biasanya main sebentar, lalu lemas,” paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal yang tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan talenta yang sangat besar, namun sering kali tidak terorganisir dengan baik.
“Daerah-daerah itu harus mulai serius melakukan pembinaan. Dari bakat-bakat yang ada, disaring siapa yang terbaik. Dari 270 juta orang, mustahil tidak ada yang luar biasa,” tambahnya dengan nada optimis.
Meski mengakui bahwa kehadiran pemain naturalisasi membawa dampak positif bagi Timnas, khususnya dalam meningkatkan daya saing di kancah internasional, Ma’ruf menegaskan bahwa naturalisasi hanyalah solusi sementara, bukan jalan keluar jangka panjang. Menurutnya, Indonesia harus berfokus pada pembangunan talenta lokal agar Timnas memiliki dasar yang kokoh dan berkelanjutan.
“Sekarang dengan naturalisasi memang lebih bagus, tapi itu kita ambil yang sudah jadi. Sementara itu, talenta muda kita harus dibangun dari nol,” ujarnya.
Kiai Ma’ruf juga mengingatkan bahwa regenerasi pemain tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan strategi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah-sekolah sepak bola, klub lokal, hingga Pemda yang berperan besar dalam penggalian potensi di daerah masing-masing.
“Membangun pemain hebat tidak bisa langsung instan. Ini kerja panjang yang membutuhkan kolaborasi semua pihak,” tambah Ma'ruf Amin.
Pandangan ini seolah menjadi cambuk bagi dunia sepak bola Indonesia yang selama ini masih berkutat pada solusi praktis seperti naturalisasi. Dengan potensi penduduk yang sangat besar, Ma’ruf optimis bahwa Indonesia mampu menghasilkan pemain-pemain hebat yang suatu hari bisa membawa Timnas berjaya di pentas dunia.
Pernyataan Ma’ruf Amin ini memberikan harapan sekaligus tantangan besar: bisakah Indonesia suatu hari dikenal bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pencipta bintang-bintang sepak bola kelas dunia?
“Dari 270 juta orang, kita pasti punya calon bintang besar. Asal serius, mimpi itu bisa terwujud,” tutupnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
