Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 19.11 WIB

Penyesalan Arif Ariyanto: Pernah Antarkan Persebaya Surabaya Raih Gelar Juara, Tapi Kemudian Pindah ke Arema

Arif Ariyanto pernah jadi bagian penting Persebaya Surabaya di Liga Indonesia. (YouTube Omah Balbalan)

JawaPos.com — Arif Ariyanto, gelandang berbakat asal Desa Klagen, pernah menjadi bagian penting dari perjalanan Persebaya Surabaya. Namun, kepindahannya ke Arema Indonesia jelang musim 2011 menjadi keputusan yang penuh penyesalan.

Selama memperkuat Persebaya Surabaya, Arif mencatatkan banyak pencapaian gemilang. Salah satu momen terbaiknya adalah membawa Green Force menjuarai Divisi Satu pada 2006 dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bagi Arif, Persebaya Surabaya adalah tim yang membesarkan namanya di pentas sepak bola nasional. Di klub inilah ia mendapat kesempatan berharga untuk bermain dengan sejumlah bintang Liga Indonesia.

Salah satu idola sekaligus panutannya di Persebaya Surabaya adalah Uston Nawawi. Sebagai tetangga dan senior, Uston menjadi sosok yang sangat menginspirasi perjalanan kariernya.

Arif bergabung dengan Persebaya Surabaya pada musim 2005 usai memperkuat timnas Indonesia U-20. Saat itu, ia harus bersaing dengan nama-nama besar seperti Edu Juanda, Danilo Fernando, dan Uston Nawawi untuk mendapatkan menit bermain.

"Saat itu, dalam pikiran saya, jangankan mendapatkan menit bermain, masuk line-up saja sudah luar biasa," kenang Arif di kanal YouTube Omah Balbalan.

Menurut Arif, masuk dalam line-up saja sudah menjadi pencapaian luar biasa. Beruntung, pelatih Jacksen F. Tiago kerap memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk unjuk kemampuan.

Debut Arif bersama Persebaya Surabaya terjadi saat melawan PSM Makassar di Stadion Gelora 10 November. Jacksen memasukannya di menit ke-80, sebuah momen yang tidak pernah ia lupakan.

Di lapangan, Uston Nawawi langsung mendekati dan memberinya semangat. Uston berpesan agar Arif bermain tanpa kesalahan untuk menjaga kepercayaan bonek.

"Mas Uston bilang, sekarang saatnya, usahakan jangan bikin kesalahan tak perlu di depan Bonek," ujar Arif mengenang momen debutnya.

Laga itu berakhir dengan kemenangan Persebaya Surabaya, dan Arif mendapat aplaus dari para pendukung. Setelah debutnya, Arif mulai sering mendapatkan menit bermain di sisa musim 2005.

"Alhamdulillah, saya sesuai harapan dan mendapat aplaus dari Bonek setelah laga yang berakhir untuk kemenangan Persebaya Surabaya," kata Arif.

Namun, perjalanan musim itu tidak berjalan mulus bagi Persebaya Surabaya. Tim memutuskan mundur dari babak 8 Besar sebelum laga kontra Persija Jakarta, 21 September  2005 di Stadion Gelora Bung Karno.

Keputusan itu diambil manajemen setelah terjadi bentrokan antara Bonek dan The Jak. Akibatnya, Persebaya Surabaya dijatuhi sanksi degradasi ke Divisi Satu oleh PSSI.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore