
Perjalanan Bejo Sugiantoro penuh lika-liku di Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Bejo Sugiantoro adalah salah satu libero terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pemain kelahiran Sidoarjo, 2 April 1977 ini dikenal sebagai sosok yang tangguh di lapangan dan memiliki loyalitas tinggi terhadap Persebaya Surabaya.
Karier Bejo di dunia sepak bola dimulai saat ia bergabung dengan Indonesia Muda, klub internal Persebaya Surabaya. Pada tahun 1994, ia membela Persebaya junior di Piala Haornas dan penampilannya yang apik membuatnya masuk radar program PSSI Primavera.
Namun, kesempatan pertama untuk bergabung dengan Primavera di Italia ditolak oleh Bejo. Ia mengaku tidak ingin meninggalkan kakeknya yang tinggal di Surabaya, sebuah keputusan yang menunjukkan rasa hormatnya terhadap keluarga.
"Tapi ini panggilan kali pertama itu saya tolak karena tidak ingin meninggalkan kakek dan nenek di Surabaya," kenang Bejo di kanal YouTube Omah Balbalan.
Penolakan itu justru membuka jalan bagi Bejo untuk masuk skuat senior Persebaya Surabaya. Pada Liga Indonesia 1994/1995, ia menjalani debutnya melawan PSM Makassar pada 27 November 1994.
Penampilannya yang konsisten di Persebaya Surabaya membuat Bejo kembali mendapat panggilan untuk berguru ke Italia. Kali ini, ia memutuskan menerima tawaran tersebut demi merasakan atmosfer sepak bola di negeri yang dikenal dengan taktik bertahan.
Sesampainya di Italia, Bejo justru diarahkan untuk masuk ke program PSSI Baretti, bukan Primavera. Merasa tidak sesuai dengan harapan, Bejo memilih untuk pulang ke Indonesia.
"Sesampai di Italia, saya sempat berlatih bersama tim Primavera. Tapi, kata pelatih saya difokuskan ke Baretti. Saya langsung menolak dan minta pulang ke Indonesia," terang Bejo yang kemudian masuk dalam skuat Timnas Indonesia di Piala AFF dan Piala Asia.
Kepulangannya dari Italia membawa berkah, karena ia kembali memperkuat Persebaya Surabaya di kompetisi domestik. Pada musim 1996/1997, Bejo menjadi bagian dari skuat yang mengalahkan Bandung Raya 3-1 di final untuk meraih gelar juara Liga Indonesia.
Musim 1998/1999, Bejo dan Persebaya Surabaya kembali melaju ke final, tetapi gagal juara setelah dikalahkan PSIS Semarang 0-1. Kekalahan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya.
Pada 2002, saat Persebaya Surabaya terdegradasi ke Divisi I, Bejo memilih untuk hijrah ke PSPS Pekanbaru. Klub itu tengah membangun tim kuat dengan mendatangkan beberapa pemain nasional, termasuk Hendro Kartiko dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Awalnya, karier Bejo bersama PSPS berjalan mulus dengan hasil lima laga tanpa kekalahan. Namun, petaka datang di laga keenam saat PSPS kalah 0-1 dari Persijatim Solo di Stadion Manahan.
Bejo terkena sanksi larangan bermain selama setahun karena dianggap memukul wasit Subandi. Ia merasa kecewa karena mengaku tidak melakukan tindakan tersebut dan menduga insiden itu diatur oleh sosok yang tidak suka ia meninggalkan Persebaya Surabaya.
"Padahal saya tidak melakukannya. Belakangan, saya baru tahu kalau peristiwa itu ternyata di-setting oleh sosok yang saya hormati dan tidak suka saya meninggalkan Persebaya," ujar Bejo.
Kekecewaannya memuncak ketika permohonan keringanan hukuman ditolak oleh PSSI. Hal itu membuatnya memutuskan pensiun dari tim nasional di usia yang masih relatif muda, yakni 25 tahun dengan masa bakti di Timnas Indonesia pada 1997 sampai 2002.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
