
Stadion Gelora 10 November.
JawaPos.com - Setiap klub yang bermain di Liga 1 Indonesia tentu memiliki stadion yang menjadi markas atau homebasenya masing-masing. Tidak terkecuali Persebaya Surabaya menggunakan Stadion Gelora 10 November sebagai markasnya sejak pembukaannya di tahun 1954.
Stadion Gelora 10 November merupakan salah satu stadion bersejarah yang dimiliki Indonesia. Stadion ini terletak di sebrang Taman Mundu, Tambaksari, Surabaya. 10 November diambil dari perjuangan arek-arek Suroboyo pada pertempuran 10 November 1945.
Lewat Surat Keputusan Walikota pada tahun 1996, stadion ini dijadikan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) Kota Surabaya. Stadion ini dibangun pada awalnya untuk berolahraga orang-orang Belanda. Setelahnya, Lapangan Tambaksari ini dijadikan markas oleh Soerabaiasche Indische Voetbal Bond (SIVB).
Sesudah proklamasi, lapangan Tambaksari diambil alih oleh Persebaya. Lapangan ini dibangun kembali untuk dijadikan stadion dan dibuka pada 11 September 1954 oleh Walikota Moestadjab Soemowidagdo.
Menjelang PON VII tahun 1969, Stadion ini direnovasi dengan menambahkan tingkat kedua pada tribun. Pohon yang ada di sekitar lapangan sengaja tidak ditebang agar bisa menjadi atap alami bagi para penonton yang datang.
Setelah renovasi untuk PON VII tahun 1969, stadion ini dibuka kembali dan berganti nama menjadi Stadion Gelora 10 November. Stadion ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, yang menjadi pusat kegiatan olahraga di Surabaya.
Stadion Gelora 10 November mampu menampung hingga 35 ribu penonton. Hal ini menjadikan atmosfer yang luar biasa setiap Persebaya melakoni laga kandang di stadion ini. Stadion ini juga menjadi saksi beberapa kali Persebaya menjadi juara liga Indonesia.
Tahun 2012, Pasukan Green Force menggunakan stadion ini untuk terakhir kalinya pada lanjutan Indonesia Premier League (IPL) menghadapi Persijap Jepara. Persebaya baru bisa menggunakan stadion ini pada sesi latihan 27 April 2021, sembilan tahun sejak terakhir kali mereka bermain di sini.
Selain itu, stadion ini menjadi saksi bahwa Niac Mitra Surabaya bisa mengalahkan Arsenal pada tahun 1983. Arsenal saat itu membawa pemain-pemain bintangnya seperti, Pat Jenning (kiper), Keny Sansom, David O'Leary, dan Alan Sunderland.
Cuaca panas Surabaya membuat Arsenal cepat merasakan lelah. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Niac Mitra Surabaya melalui gol Fandi Ahmad dan Djoko Malis.
Stadion ini juga menjadi saksi sejarah sejumlah kerusuhan besar yang terjadi usai pertandingan Persebaya Surabaya. Mulai rusaknya pagar tribun hingga dibakarnya sejumlah mobil milik stasiun televisi dan milik pihak kepolisian.
Sekarang stadion keramat ini masih tetap digunakan untuk menjadi pusat kegiatan olahraga dan aktivitas hiburan lain di Surabaya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
