Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 17.53 WIB

Paul Munster Akui Persebaya Surabaya Kecolongan! Kaget Dua Kesalahan Fatal Tak Pernah Terjadi di Sesi Latihan

Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster akui kecolongan dua kesalahan fatal yang tak terjadi di sesi latihan. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya mengalami kekalahan mengejutkan di kandang sendiri dalam lanjutan Liga 1 2024/2025. Pada matchday 19 di Gelora Bung Tomo, Green Force harus takluk 0-2 dari Malut United dalam laga yang berlangsung Jumat (17/1) sore.

Gol pertama dicetak oleh pemain asing Malut United, Jose Brandao, pada menit ke-72 melalui skema serangan balik. Sedangkan gol kedua tercipta akibat kesalahan Ardi Idrus yang melakukan gol bunuh diri di menit ke-82.

Kekalahan ini terasa menyesakkan bagi Persebaya Surabaya. Mereka sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan. Total, skuad asuhan Paul Munster ini menciptakan 17 tembakan, dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.

Salah satu momen yang paling membuat frustrasi adalah kegagalan Bruno Moreira dalam mengeksekusi tendangan penalti. Selain itu, dua peluang emas dari Persebaya Surabaya hanya membentur mistar gawang. Ini memperbesar rasa kecewa tim dan para suporter.

Dalam sesi konferensi pers seusai laga, Paul Munster tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil ini. Pelatih asal Irlandia Utara itu mengakui timnya bermain bagus di babak pertama. Mereka menciptakan banyak peluang di babak kedua.

“Saya rasa pada babak pertama kami bermain bagus. Di babak kedua kami punya peluang. Kami tidak bisa mencetak gol, itu bagian yang paling membuat frustrasi,” ungkap Munster kepada awak media.

Munster menjelaskan kekalahan ini terjadi akibat dua kesalahan fatal. Kesalahan ini tidak pernah terjadi selama sesi latihan. Namun, dia menegaskan hasil buruk ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya kesalahan individu pemain tertentu.

“Kami semua minta maaf kepada Bonek, Bonita, dan semua orang atas kekalahan ini. Kami kalah karena diri kami sendiri,” tegas Munster dengan nada penuh penyesalan.

Pelatih berusia 42 tahun itu juga meminta para pendukung Persebaya Surabaya untuk tetap mendukung timnya. Ini di tengah situasi sulit ini. Menurutnya, mentalitas tim tetap kuat untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

“Percayalah, mentalitas dan fokus kami adalah memenangkan pertandingan ini. Semua orang kecewa, kami juga sangat kecewa, tetapi kami tetap bersatu,” lanjut Munster mencoba memberikan harapan kepada para pendukung.

Paul Munster juga memberikan penjelasan terkait perubahan taktik yang dilakukannya pada laga ini. Salah satunya adalah keputusan memainkan Kadek Raditya sebagai gelandang bertahan (DMF). Dia menggantinya dengan Andre Oktaviansyah di babak kedua.

“Kadek sebelumnya adalah centre back, tetapi sekarang dia bermain sebagai DMF. Posisi DMF membutuhkan mobilitas yang tinggi. Kami sudah mempersiapkan ini selama beberapa minggu,” ungkap Munster.

Namun, perubahan taktik tersebut belum membuahkan hasil positif. Ini karena dua kesalahan yang berujung gol lawan. Munster menegaskan kesalahan tersebut tidak pernah terjadi selama sesi latihan. Namun, hal itu terjadi di lapangan dan menjadi bagian dari sepak bola.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin di pertandingan dan sesi latihan. Tetapi dua kesalahan yang terjadi di atas lapangan tidak terjadi di latihan,” tambah Munster dengan nada kecewa.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore