Alex Pastoor saat masih menukangi Almere City. (Getty Images)
JawaPos.com - Alex Pastoor, sosok pelatih yang telah membawa Almere City promosi ke Eredivisie untuk pertama kalinya, menunjukkan karakteristik unik dalam pendekatan taktisnya di dunia sepak bola Belanda. Mantan pelatih Sparta Rotterdam dan SCR Altach ini menerapkan gaya permainan yang mengandalkan pressing agresif dan serangan cepat melalui sayap.
Ciri khas utama taktik Pastoor terlihat dari sistem counter-pressing yang diterapkan kepada Almere City. Di bawah kepemimpinannya, tim berhasil mencatatkan 687 kali perebutan bola melalui counter-pressing sepanjang musim lalu di Eerste Divisie, dengan 140 di antaranya menghasilkan situasi berbahaya bagi lawan. Statistik mengesankan ini diperkuat dengan 421 kali perebutan bola di area lawan, memperlihatkan bagaimana Pastoor menekankan pentingnya pertahanan dimulai dari lini depan.
Pastoor mengembangkan sistem pressing yang unik dengan fokus pada penguncian bola di satu sisi lapangan. Strategi ini melibatkan penjagaan satu lawan satu yang agresif, di mana para pemain diarahkan untuk cepat bergeser dan memberikan tekanan intensif di area yang sama. Meski berisiko tinggi, pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan peluang serangan balik yang berbahaya.
Dalam fase menyerang, pelatih asal Belanda ini memilih untuk tidak terlalu mendominasi penguasaan bola. Sebaliknya, ia mengoptimalkan kecepatan pemain sayap untuk menciptakan peluang. Skema ini terbukti sukses dengan duo pemain sayap Almere City yang berkontribusi total 11 assist dan 8 gol musim lalu. Pastoor melatih timnya untuk melakukan pergerakan tanpa bola yang cerdas, menciptakan ruang kosong melalui overlapping dan underlapping runs dari pemain sayap dan bek.
Fleksibilitas taktik menjadi kekuatan lain dari kepelatihan Pastoor. Ia mampu mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 atau 5-3-2 sesuai dengan situasi pertandingan dan kekuatan lawan. Ketika menghadapi tim yang lebih kuat di Eredivisie, Pastoor tidak ragu untuk menerapkan formasi lebih defensif, menunjukkan pragmatismenya sebagai pelatih.
Pastoor juga menekankan pentingnya transisi cepat dalam permainan. Ketika timnya berhasil merebut bola melalui pressing, ia menginstruksikan para pemainnya untuk segera melancarkan serangan balik dengan memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan lawan. Pendekatan ini memungkinkan Almere City menciptakan peluang berbahaya meski tidak mendominasi penguasaan bola.
Keberhasilan Pastoor membawa Almere City promosi ke Eredivisie bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari pemahaman taktis yang mendalam dan kemampuan mengoptimalkan kekuatan pemainnya. Di liga tertinggi Belanda, tantangan terbesar Pastoor adalah mempertahankan efektivitas taktiknya sambil beradaptasi dengan level persaingan yang lebih tinggi. Kemampuannya mengimplementasikan variasi taktik dan mempertahankan identitas permainan timnya akan menjadi kunci bertahannya Almere City di Eredivisie.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
