Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Januari 2025 | 18.47 WIB

Kiprah Erick Thohir di Inter Milan Kembali Diperbincangkan Usai Pecat Shin Tae-yong, Dianggap Tidak Paham Sepakbola

Foto lama Mancini dan Erick Thohir saat di Inter Milan. Kiprah Erick Thohir di Inter kembali diperbincangkan usai pecat Shin Tae-yong. (ESPN) - Image

Foto lama Mancini dan Erick Thohir saat di Inter Milan. Kiprah Erick Thohir di Inter kembali diperbincangkan usai pecat Shin Tae-yong. (ESPN)

JawaPos.com - Erick Thohir kini tengah menjadi sorotan di media sosial pasca keputusannya untuk memecat Shin Tae-yong (STY) pada Senin (6/1/2025) lalu. Warganet sepakbola nasional ramai-ramai menyuarakan suara kekecewaan dan keheranan atas keputusan tersebut.

Apalagi, Shin Tae-yong dianggap sudah membawa sepakbola Indonesia ke berbagai pencapaian, mulai dari lolos fase grup Piala Asia, semifinalis Piala Asia U-23, hingga ke Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

Selain itu, Erick Thohir juga dinilai melakukan pergantian pelatih di saat yang tidak tepat sehingga bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar, khususnya terhadap peluang Indonesia ke Piala Dunia.

Bukan cuma perihal STY, respon negatif besar-besaran juga sedang tertuju pada kabar penunjukan Patrick Kluivert sebagai pengganti STY. Banyak yang menyuarakan ketidaksetujuan karena rekam jejak Patrick Kluivert dianggap tidak lebih baik dari STY, bahkan termasuk buruk.

Hal itu dinilai dari data pengalaman melatih yang minim hingga performa tim-tim yang dilatih Kluivert. Selain soal penunjukan Kluivert, bagaimana Erick Thohir bercerita mengenai proses perekrutannya pun sedang diperbincangkan.

Sebab, Erick Thohir mengatakan bahwa, dari tiga calon pelatih yang ada, hanya seorang pelatih saja yang rela datang menjawab undangan wawancara di hari natal, dan itu yang dipilih. 

Dengan demikian, dengan asumsi yang datang itu Patrick Kluivert, berarti mantan pelatih Curacao itu bisa disimpulkan sebagai calon tunggal.

Hal tersebut tentu mengundang pertanyaan, kenapa Ketua Umum PSSI memilih pelatih dengan metode yang konyol. Apakah pemilihan pelatih timnas tidak berdasarkan data dan reputasi CV?

Karena hal-hal tersebut, reputasi Erick Thohir sebagai pemimpin PSSI yang mengerti sepak bola mulai dipertanyakan.

Kebijakan masa lalu Erick Thohir di Inter Milan disorot

Seolah dihubung-hubungkan dengan kapabilitasnya dalam memahami sepakbola, warganet pun mulai melihat kembali kiprah Erick Thohir saat menjadi Presiden Inter Milan, salah satunya saat penunjukan Frank De Boer sebagai pelatih Inter Milan

Dilaporkan Sempre Inter, keputusan Erick Thohir memecat Roberto Mancini dua minggu sebelum musim 2016-2017 dimulai ternyata dipertanyakan.

Bukan cuma itu, penunjukan Frank De Boer menggantikan Roberto Mancini pun ternyata mendapat kritik habis-habisan. Erick Thohir menunjuk pelatih asal Belanda tersebut dengan alasan mengagumi sepakbola menyerang dan memperhatikan talenta muda.

Hasilnya, Frank De Boer hanya melatih Inter selama 85 hari. Mantan pemain Inter, Youri Djorkaeff menilai Frank de Boer tidak memahami Inter Milan. Frank De Boer dipecat setelah menjalani 14 pertandingan, diantaranya menelan tujuh kekalahan.

Viral kembali video Erick Thohir sebut suka Inter sejak Trio Belanda

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore