Azrul Ananda optimistis Persebaya Surabaya bisa raih hasil maksimal di Liga 1 Indonesia musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, secara blak-blakan membeberkan kerugian besar klubnya saat pandemi COVID-19. Dalam pertemuan bersama para Bonek di Taiwan, Azrul membagikan kisah perjuangan Persebaya Surabaya menghadapi masa sulit itu yang merugikan hingga Rp19 miliar.
Azrul Ananda memegang kendali Persebaya Surabaya sejak 2017, dan langsung membawa tim kebanggaan Kota Pahlawan ini ke puncak prestasi. Pada tahun yang sama, Persebaya Surabaya sukses menjadi juara Liga 2, mengalahkan PSMS Medan dengan skor tipis 3-2 di laga final yang penuh emosi.
Di Liga 1 2019, prestasi Persebaya Surabaya semakin mencorong dengan finis sebagai runner-up. Tim ini mengumpulkan 54 poin dari 34 pertandingan, membuktikan kekuatannya sebagai salah satu tim besar di Tanah Air.
Kesuksesan itu membuat Persebaya Surabaya mendapat jatah tampil di ajang sepak bola ASEAN bersama Bali United, sang juara Liga 1 musim tersebut. Namun, sayangnya, mimpi itu harus sirna karena pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan menghentikan semua kompetisi.
Azrul mengisahkan pada 2020, PSSI sempat merencanakan liga dimulai kembali pada bulan Oktober. Namun, saat itu beberapa pemain Persebaya Surabaya dinyatakan positif COVID-19, dan liga kembali batal tanpa kepastian.
"Yang terjadi pada tahun 2020, karena waktu itu katanya liga Oktober akan dimulai lagi. Pemain Persebaya ada yang tes COVID dan ada yang kena. Lalu, tiba-tiba PSSI tidak tahu ngapain lagi, dan dibatalkan lagi. Persebaya tahun itu torok (rugi) Rp 19 miliar," ujar Azrul Ananda dilansir dari akun YouTube resmi Persebaya.
Dampak finansial dari pandemi ini sangat besar bagi Persebaya Surabaya, membuat klub tersebut mengalami kerugian hingga Rp19 miliar. Menurut Azrul, bukan hanya Persebaya Surabaya yang menderita, tetapi klub-klub lain di Liga Indonesia juga mengalami nasib yang sama, dengan kerugian dari belasan hingga puluhan miliar.
Kerugian tak berhenti di situ, tragedi Kanjuruhan pada 2022 semakin memperburuk situasi keuangan klub. Peristiwa tersebut memicu penurunan sponsor dan larangan penonton di stadion, membuat pendapatan Persebaya Surabaya turun drastis.
"Dan itu terjadi lagi saat (tragedi) Kanjuruhan. Itu impact-nya luar biasa besar. Karena sponsor mundur, penonton dilarang (ke stadion). Kadang-kadang di dunia bisnis itu kita harus mundur selangkah untuk maju dua langkah," terang Azrul.
Azrul menyebut dunia bisnis memang terkadang harus mundur satu langkah untuk maju dua langkah. Keputusan tersebut diterapkan manajemen Persebaya Surabaya untuk menjaga kestabilan klub di tengah guncangan ekonomi yang dihadapi.
Di musim 2021/2022, Persebaya Surabaya berhasil bangkit dan finis di papan atas, menempati posisi kelima dengan torehan 63 poin dari 34 pertandingan. Musim selanjutnya, Persebaya Surabaya tetap kompetitif dan menempati posisi keenam dengan 52 poin, menunjukkan tekad kuat tim untuk selalu bersaing di puncak klasemen.
Namun, musim 2023/2024 menjadi periode yang sulit bagi Persebaya Surabaya, di mana tim harus puas finis di posisi ke-12. Ini menjadi musim terburuk Persebaya Surabaya sejak bergabung di Liga 1, sebuah catatan yang ingin segera dilupakan oleh seluruh keluarga besar Persebaya Surabaya.
"Musim lalu kita mengalami musim terburuk. Saat pegang Persebaya, kita tidak pernah keluar dari papan atas. Bahkan termasuk memainkan pemain-pemain muda tahun 2022, itu peringkat 6," tutur pria berusia 47 tahun tersebut.
"Musim lalu ketika tim kita menurun, kita langsung meeting. Dan, keputusan ini bukan untuk musim kemarin, tapi memastikan juga tahun ini jangan sampai terulang," sambungnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
