
Rizky Ridho baru tahun pentingnya makanan sehat saat ditangani Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. (Instagram @rizkyridhoramadhani)
JawaPos.com — Rizky Ridho Ramadani kini menjadi salah satu bek andalan Timnas Indonesia yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, perjalanan karier pemain muda ini tak selalu mulus, penuh dengan perjuangan dan keterbatasan, termasuk dalam urusan asupan makanan.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sport77, Ridho menceritakan masa-masa awal kariernya yang penuh keterbatasan. Sebelum menjadi bintang, Ridho harus berjuang keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya selama berlatih di klub sepak bola.
Awal mula perjuangan Ridho dimulai ketika dia mendapat kesempatan seleksi di Persikoba Batu. Demi mengejar mimpi, Ridho harus izin dari sekolah dan menempuh perjalanan panjang naik bus ke Karanglo, dan melanjutkan dengan bemo hingga ke Karangploso.
“Saat itu saya mendapatkan kesempatan seleksi di Persikoba Batu, izin dari sekolah pulang jam 10 naik ke Bungurasih naik bis ke Karanglo, dari Karanglo ke Karangploso naik bemo merah itu, dari sana Head Coach yang jemput” ujar Rizky Ridho ketika mengikuti seleksi dan berlatih di Persikoba Batu dikutip dari kanal Youtube Sport77.
Ridho menceritakan waktu itu gaji yang diterimanya hanya Rp 100 ribu per minggu, jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehat. Bersama temannya, Surya, ia hanya bisa membeli makanan seadanya di sekitar penginapan mereka.
“Jadi kayak waktu di Persikoba ini banyak hal lucu, kayak saya sama Surya (teman satu perjuangan Rizky Ridho), kan mungkin gaji itu mungkin 100 ribu per minggu, buat makan-makanan sehat ya nggak cukup lah ya bang, mungkin seadanya aja yang ada di depan penginapan itu yang kita beli,” jelas Rizky Ridho.
Keadaan yang serba terbatas membuat Ridho dan Surya harus berinovasi untuk bisa makan. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah membawa cobek sendiri, lalu memanfaatkan cabe yang ada di sekitar penginapan untuk sambal.
Dengan uang yang terbatas, Ridho dan Surya hanya bisa membeli sempol Rp 500-an atau makanan murah lainnya untuk mengganjal perut. Mereka seringkali makan berdua dengan sempol dan sambal sederhana buatan mereka.
“Jadi temen saya ini punya ide menghemat uang ini, dia punya ide bawa cobek, kebetulan di depan penginapan kita ini ada cabe, jadi kalau gabut kita beli sempol 500-an itu 5000 akhirnya makan berdua sambil nyambel,” ujar Rizky Ridho.
Saat itu, makanan yang tersedia bagi mereka hanya sekadar mengisi perut agar bisa bertahan dan berlatih. Ridho mengakui ia sama sekali belum paham pentingnya asupan nutrisi dan komposisi makanan yang seimbang.
Menu sederhana seperti tempe dan tahu yang harganya Rp 5.000 menjadi santapan sehari-hari bagi Ridho saat itu. Baginya, yang terpenting adalah perut terisi sehingga bisa menjalani latihan dengan tenaga yang cukup.
“Karena saat itu belum disediain makan, mungkin adalah disediain makan pagi aja tau siang aja gitu, sisanya kita nyari sendiri. Kadang saya beli tempe tahu 5000 gitu aja sama sambel gitu aja, karena waktu itu kan kita belum tahu makanan yang sehat gimana kan bang, yang penting perut kita terisi kita bisa latihan,” jelas Rizky Ridho.
Pengalaman hidup sederhana ini tak pernah membuat Ridho patah semangat, justru menambah tekadnya untuk sukses. Tantangan yang dihadapinya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan hanya dianggapnya sebagai bagian dari perjuangan.
Baru saat bergabung dengan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, Ridho mulai mengenal pentingnya nutrisi bagi seorang atlet. Shin Tae-yong menekankan pentingnya asupan protein dan karbohidrat yang seimbang, yang ternyata sangat berpengaruh pada performa di lapangan.
Ridho mengungkapkan selama bersama Shin Tae-yong, ia banyak belajar tentang pola makan sehat. Sebagai seorang atlet, asupan gizi yang tepat tidak hanya sekadar mengisi perut, tetapi juga memengaruhi daya tahan tubuh dan performa saat bertanding.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
