Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 November 2024 | 17.56 WIB

Peluang Lolos Gresik United Nyaris Habis Setelah Kalah Lagi, Deltras dan Persibo Belum Terkalahkan

Penyerang Deltras FC Dwiki Mardiyanto mendapat pengawalan ketat dari Rahel Radiansyah di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, kemarin. Berkali-kali Dwiki merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. - Image

Penyerang Deltras FC Dwiki Mardiyanto mendapat pengawalan ketat dari Rahel Radiansyah di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, kemarin. Berkali-kali Dwiki merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.

JawaPos.com – Pertandingan antara tuan rumah Persibo Bojonegoro melawan Deltras FC di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, kemarin sore berakhir seri 0-0. Hasil itu sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan kedua tim di Liga 2 musim 2024–2025.

Bagi The Lobster –julukan Deltras FC, selain mempertahankan rekor belum pernah kalah hingga akhir putaran pertama grup 3, Deltras FC juga jadi tim pertama yang mampu mencuri poin di kandang Persibo.

Laskar Angling Dharma selama ini sangat perkasa di kandang. Sebelum ditahan imbang Deltras FC, Persibo mencatatkan rekor tiga kali menang di kandang.

Karena itu, pelatih Deltras FC Bejo Sugiantoro mengatakan sangat bersyukur bisa mencuri satu poin dari kandang Persibo.

”Saya berterima kasih kepada pemain karena rencana taktikal yang disiapkan dijalankan dengan baik sore ini (kemarin),” katanya.

Bejo menilai anak asuhnya bermain dengan bahagia kemarin sore. Menikmati tiap momen di pertandingan dan berhasil menahan semua serangan lawan yang didukung ribuan suporter setianya.

”Hasil imbang dan belum pernah kalah ini jadi modal penting kami menatap putaran kedua,” beber mantan kapten Persebaya Surabaya itu.

Pelatih Persibo Regi Aditya mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut. Tapi, dia menegaskan Persibo masih di jalur yang benar. Kans untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.

”Saya belum pernah bertemu tim di dunia ini yang tiap pertandingan menang. Tinggal bagaimana hasil ini kami respons dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, di pertandingan lain, awal yang buruk harus diterima Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih anyar Gresik United. Di laga perdananya bersama Laskar Joko Samudro, Djanur langsung menelan kekalahan.

Tim besutannya tumbang 1-3 di tangan tim yang dilatihnya musim lalu, Persela Lamongan, di Stadion Tuban Sport Center, Tuban.

Striker asing Persela Ezechiel Ndouassel menjadi mimpi buruk bagi Djanur bersama Gresik United. Tiga gol diborong mantan pemain Persib Bandung tersebut. Yakni, di menit ke-19, 56, dan 90+2. Satu-satunya gol Gresik United diciptakan Renan Silva di menit ke-90+4.

Djanur menuturkan, Fadil Sausu dkk sudah memberikan perlawanan yang optimal. Menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan peluang.

”Tapi, Persela punya striker asing Eze yang main sangat prima sehingga dia bisa cetak tiga gol. Pemain belakang kami tidak bisa mengantisipasinya,” paparnya. (rid/c19/ali)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore