Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda ketika menemui Bonek Taiwan. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, buka-bukaan soal tekanan yang dirasakan ketika Green Force tampil buruk. Azrul mengaku bukan hanya menghadapi kritik dari para suporter Bonek, namun juga dari ayahnya, Dahlan Iskan, yang sering menegurnya lebih dulu saat hasil tim kurang memuaskan.
Persebaya Surabaya baru saja melewati tiga pertandingan yang kurang gemilang dengan hanya meraih dua poin. Meski sempat menguasai puncak klasemen di awal musim, penurunan performa ini langsung menjadi perhatian serius manajemen.
Azrul menegaskan, langkah-langkah tegas dan evaluasi mendalam perlu dilakukan agar Persebaya Surabaya kembali ke jalur kemenangan. Dengan raihan 18 poin dalam sembilan laga, Persebaya Surabaya sementara ini masih di papan atas, tetapi rentan tergeser karena persaingan semakin ketat.
Diakui Azrul, tiga laga terakhir membuat banyak pihak khawatir, termasuk manajemen. Meski Persebaya Surabaya dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di liga dengan hanya kebobolan lima gol, jumlah gol yang dicetak juga masih minim, hanya delapan gol dalam sembilan pertandingan.
Manajemen sudah menginstruksikan seluruh tim untuk meningkatkan performa, terutama menjelang delapan pertandingan tersisa di paruh musim pertama. Jika tidak ada perbaikan signifikan, Azrul memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan saat bursa transfer tengah musim dibuka.
Selain menyampaikan apresiasi kepada seluruh pecinta Persebaya Surabaya, Azrul juga berterima kasih atas kritik dan masukan dari Bonek yang terus mendukung. Ia berharap ke depannya tim dapat menjawab harapan suporter dengan performa yang lebih baik, terutama dalam pertandingan tandang maupun kandang.
Sementara itu, Azrul baru saja bertemu dengan Bonek Taiwan dalam acara yang digelar di Cosmos Hotel, Taipei. Ia yang datang bersama sang istri, Ivo Ananda, berbincang hangat tentang perjalanan Persebaya Surabaya dan berbagai dinamika suporter di Taiwan.
Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 60 anggota Bonek Taiwan. Azrul menyebut semangat mereka luar biasa, bahkan beberapa Bonek menempuh perjalanan hingga enam jam dari ujung selatan Taiwan demi hadir di acara tersebut.
Tak hanya Bonek, suporter dari Persib Bandung, yaitu Bobotoh dan Viking, juga turut hadir sebagai bentuk solidaritas. Anggota Bonek Taiwan sendiri datang dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya dari Jawa Timur, namun juga Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan Lampung.
Di tengah obrolan bersama Bonek Taiwan, Azrul tidak menampik adanya kritik terhadap performa Persebaya Surabaya yang sempat menurun. Ia mengakui setiap tim pasti memiliki naik-turun performa, dan manajemen terus berupaya agar Persebaya Surabaya tetap bersaing di papan atas.
"Tim pasti naik-turun, tidak mungkin naik terus," kata Azrul kepada anggota Bonek Taiwan.
Azrul menceritakan setiap kali hasil pertandingan kurang memuaskan, ayahnya, Dahlan Iskan, langsung memberikan kritik lebih dulu sebelum ia sempat mengevaluasi timnya sendiri. "Kalau teman-teman ngomel, saya lebih dulu ngomel ke jajaran manajemen. Sebelum saya ngomel, bapak saya (Dahlan Iskan, Red) sudah ngomel duluan," lanjutnya.
Hal ini menurut Azrul adalah bentuk dukungan dan perhatian, sehingga membuatnya semakin termotivasi untuk membawa Persebaya Surabaya tampil lebih baik. Sebagai kenang-kenangan, Bonek Taiwan mendapatkan hadiah istimewa berupa jersey Persebaya Surabaya bertanda tangan seluruh pemain dan official.
Jersey dengan nomor punggung 10 dan nama Bonek Taiwan ini diberikan sebagai peringatan sepuluh tahun berdirinya komunitas Bonek di Taiwan pada Desember mendatang. Azrul juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pengurus Bonek Taiwan, yaitu Arya Rocknroll (Ketum), Aldi Gndt58 (Bendahara), dan Ifan Anggriawan (Sekretaris). Menurutnya, kerja keras mereka membuat acara pertemuan ini berjalan sukses dan penuh kehangatan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
