Pelatih Persebaya Paul Munster. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali harus puas dengan hasil imbang saat menjamu PSM Makassar di Gelora Bung Tomo (GBT) pada Rabu (23/10) malam. Dalam laga tersebut, Green Force hanya mampu bermain imbang 1-1, melanjutkan tren kurang maksimal setelah juga ditahan Dewa United 0-0 pada pekan sebelumnya.
Meski mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 71 persen, Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan peluang emas yang tercipta di babak kedua. Kasim Botan nyaris mencetak gol saat menerima umpan matang dari Bruno Moreira, namun tendangannya hanya membentur tiang. Flavio Silva pun gagal memanfaatkan kesempatan satu lawan satu dengan kiper PSM, ketika tendangannya melenceng tipis dari gawang.
Setelah pertandingan, pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster mengakui timnya telah tampil sangat baik sepanjang babak kedua, namun lemahnya penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
"Babak kedua kita fokus pada tujuan, kita bermain sangat baik, tetapi satu-satunya masalah adalah penyelesaian akhir. Itu saja," ungkap Munster dalam sesi konferensi pers usai laga.
Sementara itu, bek kiri Persebaya Surabaya, Ardi Idrus, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil imbang di kandang sendiri.
“Kami semua pemain kecewa dengan hasil ini. Kami ingin menang, tetapi hasil akhir berkata lain. Kami punya waktu untuk bangkit,” ujar Ardi, yang merasa timnya seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.
Di balik hasil imbang tersebut, Paul Munster menyuarakan protes keras terkait kualitas wasit Liga 1 Indonesia. Munster menyoroti keputusan wasit yang menurutnya tidak konsisten dan kurang tegas dalam memimpin pertandingan.
Dia bahkan membandingkan kualitas wasit Liga 1 saat ini dengan pengalamannya pertama kali tiba di Indonesia pada 2019, yang menurutnya tidak banyak berubah hingga saat ini.
Munster mengkritik VAR (Video Assistant Referee) yang jarang digunakan di stadion GBT, meskipun ada beberapa momen krusial yang seharusnya bisa ditinjau ulang melalui teknologi tersebut.
"VAR? Kenapa tidak periksa hanya dengan Anda di GBT? Maksud saya, Anda mencetak gol? Oh, maaf," cetus Munster dengan nada sinis.
Pelatih asal Irlandia Utara itu merasa VAR seharusnya bisa memberikan kepastian dalam beberapa keputusan, termasuk saat gol Flavio Silva dianulir karena offside dan Paul Munster mengakui kalau itu offside.
Lebih lanjut, Munster menyebutkan wasit di Liga 1 kerap kali tidak memiliki kendali penuh atas jalannya pertandingan.
"Wasit tidak punya kendali. Ada wasit, tetapi mereka tidak punya kekuasaan. Kapan kita mendapatkan wasit yang bagus di Liga 1? Kapan?" tanya Munster dalam nada frustrasi.
Mantan pelatih Bhayangkara FC itu menilai kurangnya kualitas wasit menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan Liga 1 Indonesia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
