JawaPos.com-Malik Risaldi, bintang Persebaya Surabaya yang mencuri perhatian saat menghadapi Bahrain, kali ini hanya bermain selama 15 menit dalam kekalahan Timnas Indonesia dari Tiongkok.
Kekalahan ini membuat perjuangan Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia semakin berat. Meski tampil dominan dengan penguasaan bola yang impresif, Indonesia harus mengakui ketangguhan Tiongkok yang mampu memanfaatkan peluang mereka dengan lebih baik.
Dalam pertandingan tersebut, Tiongkok berhasil unggul 2-0 melalui gol Behram Abduweli pada menit ke-21. Disusul gol kedua dari Zhang Yuning pada menit ke-44 yang membuat posisi Indonesia semakin sulit.
Thom Haye, pemain Almere City yang masuk di babak kedua, mencetak gol hiburan pada menit ke-86 untuk memperkecil ketertinggalan.
Pemain sayap lincah ini hanya masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir dan bermain selama 15 menit di pengujung babak kedua. Kehadirannya di lapangan tidak cukup untuk membalikkan keadaan bagi Indonesia.
Meskipun hanya bermain singkat, Malik tetap menunjukkan performa positif dalam statistik permainannya. Ia mencatat satu kali dribble sukses dari satu percobaan, dengan sentuhan bola sebanyak empat kali.
Dari tiga kali percobaan passing, dua di antaranya berhasil mencapai target dengan tingkat akurasi 67 persen
Tak hanya itu, Malik juga memenangkan satu duel di darat, meski gagal memenangi duel udara dalam kesempatan lain. Dalam 15 menit aksinya, ia hanya kehilangan penguasaan bola satu kali.
Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun bermain sebentar, Malik tetap memberikan kontribusi positif, walau tidak cukup untuk memengaruhi hasil pertandingan.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengakui meskipun Indonesia menguasai permainan, efektivitas serangan Tiongkok jauh lebih baik.
Dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan, pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan apresiasi kepada Tiongkok atas kemenangan mereka.
Menurutnya, kedua tim sama-sama menunjukkan semangat untuk menang, tetapi keinginan Tiongkok lebih besar di lapangan.