Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com-Ketegasan PSSI kembali dipertanyakan publik sepak bola Indonesia. Kasus dugaan pemukulan yang melibatkan perangkat pertandingan pada laga delapan besar PON XXI Cabor Sepak Bola antara Aceh melawan Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini belum menemukan titik terang. Salah satu wasit yang diduga terlibat dalam insiden itu, Fadli Nurdiana, asal Asprov PSSI DKI Jakarta, terlihat masih bertugas sebagai wasit cadangan di pertandingan Liga 2 antara Persipura Jayapura melawan Persela Lamongan berdasarkan data Daftar Susunan Pemain (DSP) resmi dari website PT Liga Indonesia Baru LIB.
Hal ini menimbulkan reaksi keras di kalangan pecinta sepak bola nasional, yang menilai bahwa investigasi terkait dugaan kasus tersebut belum selesai, namun yang bersangkutan sudah kembali mendapatkan tugas di kompetisi resmi PSSI. Kritikan ini disuarakan melalui unggahan akun Instagram Forum Wasit Indonesia (@forumwasitindonesia), yang turut mengungkapkan kejanggalan penugasan wasit tersebut meskipun masih dalam pemeriksaan PSSI melalui tim investigasi tersebut dipimpin oleh Ketua Komite Banding PSSI Ali Mukartono.
Unggahan di Instagram Forum Wasit Indonesia dengan jelas menyoroti fakta ini, menyebutkan bahwa belum ada kejelasan terkait hasil investigasi PSSI, namun Fadli Nurdiana sudah kembali dipercaya memimpin pertandingan. Kondisi ini menimbulkan keraguan publik terhadap transparansi dan ketegasan PSSI dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan integritas wasit dan perangkat pertandingan.
"Apakah sidang dan investigasi yang dilakukan oleh PSSI terhadap tujuh perangkat pertandingan, termasuk wasit Fadli Nurdiana, sudah ada hasilnya sehingga wasit tersebut bisa ditugaskan?" tulis akun Forum Wasit Indonesia dalam unggahannya.
Pertanyaan tersebut langsung mendapat banyak tanggapan dari netizen, yang merasa bahwa PSSI perlu memberikan klarifikasi terkait status investigasi dan penugasan wasit ini. Banyak yang khawatir bahwa kasus ini akan berakhir tanpa solusi yang memuaskan, dan integritas sepak bola Indonesia akan kembali dipertanyakan.
Kasus ini membuka kembali wacana terkait lemahnya pengawasan dan penegakan disiplin terhadap wasit dan perangkat pertandingan di sepak bola Indonesia. PSSI sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap tata kelola sepak bola nasional, termasuk perwasitan, dinilai tidak tegas dalam memberikan sanksi atau pembatasan tugas bagi wasit yang tengah dalam proses investigasi.
Munculnya kembali Fadli Nurdiana di Liga 2, meskipun sedang dalam pemeriksaan terkait dugaan kasus serius di PON XXI, menjadi cerminan bahwa pengawasan terhadap perangkat pertandingan belum berjalan optimal. Padahal, integritas wasit sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kompetisi.
Kritik ini sejalan dengan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat sepak bola tanah air. Mereka berharap bahwa setiap perangkat pertandingan yang sedang dalam pemeriksaan, terutama terkait dugaan pelanggaran serius seperti pemukulan atau indikasi pengaturan skor, seharusnya dibebastugaskan sementara hingga investigasi selesai dan ada keputusan yang jelas dari PSSI.
"Jelas-jelas wasit yang masih dalam investigasi terkait kasus/berita yang menggemparkan nasional saja nyatanya masih bisa bertugas di kompetisi resmi PSSI, Liga 2 Indonesia," lanjut unggahan dari Forum Wasit Indonesia tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari PSSI atau departemen perwasitan terkait penugasan Fadli Nurdiana. Publik pun masih menunggu klarifikasi dari PSSI terkait status investigasi yang dilakukan terhadap perangkat pertandingan pada laga Aceh melawan Sulteng di PON XXI. Kasus ini menjadi ujian bagi PSSI dalam menegakkan kedisiplinan dan memastikan bahwa setiap perangkat pertandingan yang terlibat dalam dugaan pelanggaran serius diproses dengan adil dan transparan.
Tapi, Yunus Nusi mengonfirmasi bahwa Rizki telah dipanggil dan diperiksa. "Iya Senin (23/9) sudah kami periksa (Muhammad Rizki). Tapi belum (ada keputusan), masih ada beberapa yang terpanggil, ada beberapa perkembangan untuk pemanggilan-pemanggilan perangkat pertandingan dan pihak-pihak lainnya," ucap Yunus ditemui di GBK Arena, Jakarta.
Lantas kapan investigasi pemukulan wasit dan dugaan match fixing di PON 2024 tuntas? Yunus Nusi kali ini tidak bisa memperkirakan apalagi memberikan jawaban pasti.yhg6ú di
Jadi, Yunus Nusi meminta semua pihak untuk bersabar karena tim investigasi masih terus bekerja. "Nah saya belum bisa prediksi seperti sebelumnya kemarin kita harapkan Senin selesai," ucapnya.