
Kadek Raditya. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kekuatannya di lini pertahanan pada musim 2024/2025 Liga 1 Indonesia. Dalam tiga pertandingan awal, tim kebanggaan Bonek tersebut hanya kebobolan satu gol, sebuah pencapaian luar biasa yang membuat mereka masuk ke dalam jajaran tiga besar tim dengan kebobolan paling sedikit.
Kesuksesan ini tak lepas dari kekompakan dua bek andalannya, Kadek Raditya dan Slavko Damjanovic. Duet Kadek dan Slavko di lini belakang benar-benar menghadirkan rasa aman bagi para pendukung.
Pertahanan kukuh yang mereka bangun di awal musim ini menjadi yang terbaik sejak Persebaya Surabaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 2017.
Soliditas di lini belakang ini tentu tidak muncul begitu saja. Terdapat faktor penting yang menopang kolaborasi hebat kedua bek, yaitu chemistry yang terbangun kuat antara Kadek dan Slavko, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Kadek Raditya, bek asal Bali yang menjadi salah satu pilar utama Persebaya, mengungkapkan chemistry antara dirinya dan Slavko terjalin dengan sangat baik. “Saya dan Slavko sepakat untuk satu kamar setiap kali menjalani partai away maupun saat training centre di luar kota,” ujar Kadek dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Dengan kebersamaan tersebut, mereka memiliki banyak waktu untuk berdiskusi, mempelajari strategi, dan memperkuat koneksi di antara mereka.
Keputusan untuk berbagi kamar bukan sekadar hal kecil. Kedekatan di luar lapangan mempermudah mereka berkomunikasi dan memahami satu sama lain ketika bermain di lapangan. “Dengan begitu, kami bisa memiliki banyak waktu untuk berdiskusi dan memperkuat chemistry,” ujar Kadek.
Namun, kerja sama di lini belakang bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi Slavko Damjanovic yang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga 1 Indonesia. Sebagai pemain asing yang belum begitu mengenal dinamika liga, Slavko masih dalam tahap adaptasi. “Slavko baru kali ini bermain di Liga 1, jadi perlu banyak belajar. Saya sebagai partner tentu harus terus membantunya,” ungkap Kadek.
Adaptasi Slavko berjalan lancar berkat dukungan penuh dari Kadek. Keduanya tak hanya mengandalkan komunikasi di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Mereka sering menghabiskan waktu bersama untuk membangun hubungan yang lebih kuat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kinerja mereka saat bertanding.
Membandingkan dengan musim-musim sebelumnya, pertahanan Persebaya Surabaya di awal musim ini memang lebih solid. Pada musim 2023/2024, Persebaya Surabaya kebobolan lima gol dalam tiga laga awal.
Sementara itu, pada musim 2022/2023, mereka bahkan kemasukan tujuh gol di tiga pertandingan pertama. Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa chemistry antara Kadek dan Slavko menjadi faktor kunci dalam suksesnya pertahanan Persebaya Surabaya.
Meski awal musim ini terlihat sangat menjanjikan, Kadek menegaskan mereka tidak boleh besar kepala. Liga masih panjang, dan banyak tantangan berat yang akan dihadapi Persebaya Surabaya ke depan. Salah satu ujian terdekat adalah pertandingan melawan Persita Tangerang.
“Kami persiapan sangat baik dalam beberapa minggu ini, sudah melakoni sejumlah uji coba untuk mengetahui kesalahan sebelum laga sesungguhnya di Liga. Persita tim yang kuat, terbukti mereka menang dua kali dan sekali seri dalam tiga laga. Kami harus waspada dan berjuang keras untuk menang,” ujar Kadek.
Apa yang terjadi antara Kadek dan Slavko sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia olahraga. Ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang sport science, telah lama mengungkapkan chemistry di antara anggota tim sangat berpengaruh terhadap performa tim.
Sebuah studi dari Northwestern University 2018 dengan judul “Prior shared success predicts victory in team competitions” bahkan mengonfirmasi bahwa kesuksesan bersama di masa lalu di antara anggota tim meningkatkan peluang kemenangan di masa depan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
