Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 September 2024 | 18.03 WIB

Kesan Maarten Paes Kali Pertama Rasakan Atmosfer Main di GBK Senayan Jakarta: Luar Biasa dan Bikin Merinding

Aksi kiper Timnas Indonesia Maarten Vincent Paes saat melawan Timnas Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Aksi kiper Timnas Indonesia Maarten Vincent Paes saat melawan Timnas Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Penantian Maarten Paes bermain untuk Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta akhirnya terwujud. Penjaga gawang FC Dallas itupun mengaku sangat terkesan dengan atmosfernya karena sukses membuat merinding.

Maarten Paes memang sudah sangat menatikan bermain di Stadion Utama GBK. Dia telah menunggu momen itu sejak dinyatakan sah menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada 30 April lalu.

Ya, Maarten Paes belum bisa bermain meskipun sudah mengantongi status WNI. Dia dianggap tak eligible untuk bermain Timnas Indonesia karena pernah membela Belanda U-21 saat usianya sudah memasuki 22 tahun. Hal itu membuat proses perpindahan federasi dari Belanda (KNVB) ke Indonesia (PSSI) menjadi terhambat.

PSSI pun harus menempuh sidang Court of Arbitration for Sport (CAS) untuk memperjuangkan agar Maarten Paes dapat bisa bermain dan bela Timnas Indonesia. Hasilnya, sidang itu dimenangkan oleh PSSI pada pertengahan Agustus lalu.

Maarten Paes pun akhirnya melakoni debut saat Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi. Namun laga perdananya itu dimainkan di Jeddah, Arab Saudi. Dia baru bisa merasakan main di Jakarta pada Selasa (10/9) malam.

Lantas bagaimana kesan Maarten Paes setelah pertama kalinya bermain di hadapan lebih dari 70 ribu penonton di Stadion Utama GBK? "Luar biasa, pertandingan yang luar biasa. Ya, suasana luar biasa dan saya merinding selama 90 menit, sungguh suasana yang gila," katanya usai laga.

Selain bertanding, Maarten Paes juga akhirnya merasakan ritual dan momen sakral menyanyikan lagu 'Tanah Airku' usai laga. Ia mengaku sudah sangat tak sabar menantikan momen itu.

Ketidaksabaraannya itu muncul karena saat belum bisa bermain untuk Timnas Indonesia, Maarten Paes selalu menyaksikan video-video pertandingan Garuda di kandang, termasuk ritual 'Tanah Airku'.

Selain atmosfer gila, Maarten Paes mengakui bahwa laga melawan Australia sangat sulit. Apalagi sang tamu terus mendominasi dan tak henti-hentinya menggencarkan serangan kepada Timnas Indonesia.

Tapi, semua itu bisa dimentahkan oleh Maarten Paes. Dia melakukan lima penyelamatan gemilang. Kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, itu pun dinobatkan sebagai man of the match dalam laga Timnas Indonesia vs Australia. 

"Rasanya senang (menjadi man of the match). Tapi ini selalu soal kolektif. Kami berhasil melakukan permainan kolektif yang bagus," katanya.

"Saya berharap kita bisa mencetak gol, tapi 0-0 hasil yang bagus. Kita bisa dua kali imbang melawan tim yang sangat sangat bagus dan punya banyak sejarah di Piala Dunia. Jadi ayo kita lanjutkan lagi," tambah Maarten Paes.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore