
Aksi kiper Timnas Indonesia Maarten Vincent Paes saat melawan Timnas Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Penantian Maarten Paes bermain untuk Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta akhirnya terwujud. Penjaga gawang FC Dallas itupun mengaku sangat terkesan dengan atmosfernya karena sukses membuat merinding.
Maarten Paes memang sudah sangat menatikan bermain di Stadion Utama GBK. Dia telah menunggu momen itu sejak dinyatakan sah menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada 30 April lalu.
Ya, Maarten Paes belum bisa bermain meskipun sudah mengantongi status WNI. Dia dianggap tak eligible untuk bermain Timnas Indonesia karena pernah membela Belanda U-21 saat usianya sudah memasuki 22 tahun. Hal itu membuat proses perpindahan federasi dari Belanda (KNVB) ke Indonesia (PSSI) menjadi terhambat.
PSSI pun harus menempuh sidang Court of Arbitration for Sport (CAS) untuk memperjuangkan agar Maarten Paes dapat bisa bermain dan bela Timnas Indonesia. Hasilnya, sidang itu dimenangkan oleh PSSI pada pertengahan Agustus lalu.
Maarten Paes pun akhirnya melakoni debut saat Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi. Namun laga perdananya itu dimainkan di Jeddah, Arab Saudi. Dia baru bisa merasakan main di Jakarta pada Selasa (10/9) malam.
Lantas bagaimana kesan Maarten Paes setelah pertama kalinya bermain di hadapan lebih dari 70 ribu penonton di Stadion Utama GBK? "Luar biasa, pertandingan yang luar biasa. Ya, suasana luar biasa dan saya merinding selama 90 menit, sungguh suasana yang gila," katanya usai laga.
Selain bertanding, Maarten Paes juga akhirnya merasakan ritual dan momen sakral menyanyikan lagu 'Tanah Airku' usai laga. Ia mengaku sudah sangat tak sabar menantikan momen itu.
Ketidaksabaraannya itu muncul karena saat belum bisa bermain untuk Timnas Indonesia, Maarten Paes selalu menyaksikan video-video pertandingan Garuda di kandang, termasuk ritual 'Tanah Airku'.
Selain atmosfer gila, Maarten Paes mengakui bahwa laga melawan Australia sangat sulit. Apalagi sang tamu terus mendominasi dan tak henti-hentinya menggencarkan serangan kepada Timnas Indonesia.
Tapi, semua itu bisa dimentahkan oleh Maarten Paes. Dia melakukan lima penyelamatan gemilang. Kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, itu pun dinobatkan sebagai man of the match dalam laga Timnas Indonesia vs Australia.
"Rasanya senang (menjadi man of the match). Tapi ini selalu soal kolektif. Kami berhasil melakukan permainan kolektif yang bagus," katanya.
"Saya berharap kita bisa mencetak gol, tapi 0-0 hasil yang bagus. Kita bisa dua kali imbang melawan tim yang sangat sangat bagus dan punya banyak sejarah di Piala Dunia. Jadi ayo kita lanjutkan lagi," tambah Maarten Paes.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
