
Selebrasi Abu Rizal "Rodeg" setelah mencetak gol spektakuler ke gawang Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya (8/4/2018). (persebaya.id)
JawaPos.com — Kiprah Abu Rizal Maulana atau biasa dikenal Abu Rizal ‘Rodeg’ bersama Persebaya Surabaya meninggalkan jejak yang mendalam bagi para Bonek, sebutan suporter setia klub tersebut. Pemain yang sempat dijuluki Gennaro Gattuso versi Indonesia ini dikenal dengan semangat juang dan performa fisik yang luar biasa di lapangan.
Sebelum nama Arief Catur Pamungkas muncul dan dijuluki sebagai Gattuso-nya Persebaya Surabaya, Abu Rizal Rodeg sudah lebih dulu menancapkan reputasinya sebagai pemain yang keras di lapangan, namun tetap rendah hati di luar lapangan.
Pada Februari 2017, Abu Rizal Rodeg mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air dengan hasil tes fisiknya yang luar biasa. Kala itu, Persebaya Surabaya baru saja menggelar tes fisik sebagai bagian dari persiapan mereka untuk Liga 1 Indonesia.
Dalam tes tersebut, Abu Rizal Rodeg berhasil mencatatkan kinerja jantung yang mengagumkan. Bahkan, jantungnya mampu bekerja 4 persen lebih banyak dari batas maksimal 100 persen, sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang atlet sepak bola.
Asfad Erdianto, salah satu anggota tester dari Achilles Sport Science & Fitness Center (ASSFC) Universitas Negeri Surabaya, mengungkapkan kekagumannya terhadap fisik Abu Rizal Rodeg.
Dirinya bahkan membandingkan Abu Rizal Rodeg dengan Gennaro Gattuso, mantan gelandang bertahan AC Milan yang dikenal dengan gaya bermainnya yang keras dan tak kenal kompromi di lapangan. “Hampir sama dengan (mantan pemain AC Milan) Gennaro Gattuso kalau di Eropa,” ujar Asfad Erdianto dikutip dari koran Jawa Pos edisi 12 Februari 2017, sebuah perbandingan yang tentu saja membuat bangga para penggemar Persebaya Surabaya.
Tidak hanya dari segi fisik, Abu Rizal Rodeg juga dikenal sebagai pemain yang punya dedikasi tinggi. Baginya, mengenakan kostum Persebaya Surabaya bukan sekadar pekerjaan, melainkan mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud. “Ini (berbaju Persebaya Surabaya) adalah mimpi sejak kecil. Sayang kalau hanya berlatih sekadarnya,” ungkap Abu Rizal Rodeg. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar kecintaan dan rasa bangga yang dimiliki Abu Rizal Rodeg terhadap klub yang bermarkas di Surabaya tersebut.
Pelatih Persebaya Surabaya saat itu, Iwan Setiawan, menaruh harapan besar pada Rodeg dan pemain-pemain lainnya. Hasil tes fisik yang dilakukan tim menjadi acuan bagi Iwan Setiawan dalam merancang program latihan selanjutnya. Sang pelatih menekankan pentingnya pembenahan yang tepat sasaran demi memperkuat tim.
Bagi Iwan Setiawan, kemajuan progres tim yang sudah mulai terlihat tidak boleh diabaikan, begitu pula dengan performa setiap pemain. "Kalau tidak bagus, bisa langsung kami coret. Sebab, progres tim ini mulai naik dan kami harus serius, begitu pula para pemain,” kata Iwan Setiawan kala itu.
Tes fisik tersebut diikuti oleh semua pemain Persebaya Surabaya, termasuk nama-nama besar seperti Mat Halil. Semangat yang ditunjukkan oleh para pemain dalam melahap 21 materi tes fisik menunjukkan betapa seriusnya mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kompetisi.
Namun, di tengah kekuatan fisik yang luar biasa, Abu Rizal Rodeg tidak hanya dikenal sebagai pemain yang mengandalkan kekuatan fisik semata. Dia juga memiliki teknik dan kemampuan membaca permainan yang membuatnya semakin disegani.
Namun, meskipun Abu Rizal Rodeg sempat dijuluki sebagai Gattuso-nya Persebaya Surabaya, ada satu nama lain yang mulai mencuri perhatian dengan gaya bermainnya yang juga keras dan tanpa kompromi di era Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Pemain itu adalah Arief Catur Pamungkas. Full-back Persebaya Surabaya ini bahkan mendapat julukan serupa dari salah satu rekan setimnya, Slavko Damjanovic. Slavko Damjanovic yang merupakan pemain asing di lini pertahanan Persebaya Surabaya dengan candaan menyebut bahwa Arief Catur Pamungkas memiliki potensi besar untuk menjadi pelatih di masa depan, karena karakternya yang mirip dengan Gattuso. “Catur, Catur Bro, aku yakin, wajahnya, tampilannya mirip seperti Gattuso Bro, killer,” ujar Slavko Damjanovic sambil tertawa.
Pujian tersebut tentu saja tidak datang tanpa alasan. Arief Catur Pamungkas memang dikenal sebagai pemain yang tangguh di lini belakang Persebaya Surabaya.
Dengan tubuh yang kukuh dan naluri bertahan yang kuat, Arief Catur Pamungkas selalu menjadi momok menakutkan bagi penyerang lawan. Dalam beberapa kesempatan, dia kerap melakukan intervensi penting yang mampu menggagalkan serangan-serangan berbahaya lawan. Tak jarang, aksinya membuat Bonek dan para penonton terperangah.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
